Meksiko Perketat Keamanan Jelang Piala Dunia Usai Penembakan di Piramida Teotihuacan

Kamis, 23 Apr 2026, 00:20 WIB

MEXICO CITY — Pemerintah Mexico menegaskan komitmen untuk menjamin keamanan menjelang perhelatan Piala Dunia, menyusul insiden penembakan di kompleks piramida Teotihuacan yang menewaskan seorang turis asal Kanada.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika seorang pria berusia 27 tahun melepaskan tembakan dari atas salah satu piramida di situs wisata bersejarah tersebut. Pelaku, yang juga membawa pisau di dalam tasnya, memicu kepanikan di area yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata paling populer di Meksiko, sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri.

Ket. Foto: Ilustrasi piramida Teotihuacan. — Sumber: AFP

Menurut otoritas setempat, pelaku bertindak seorang diri dan melepaskan total 14 tembakan, menyasar pengunjung serta aparat Garda Nasional yang berada di lokasi. Insiden ini juga menyebabkan sedikitnya 13 orang terluka, termasuk anak-anak berusia 13 dan 6 tahun. Para korban berasal dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Kolombia, Rusia, Brasil, dan Belanda.

Jaksa Agung Negara Bagian Meksiko, Luis Cervantes, mengungkapkan bahwa pelaku diduga telah merencanakan aksinya. Barang-barang yang ditemukan di lokasi menunjukkan adanya ketertarikan terhadap literatur kekerasan, termasuk referensi pada Columbine High School massacre, salah satu penembakan massal paling terkenal di Amerika Serikat.

“Ini bukan tindakan spontan,” ujar Cervantes. Ia menambahkan bahwa pelaku diketahui telah beberapa kali mengunjungi Teotihuacan sebelumnya, serta membawa puluhan peluru kaliber .38 dalam sebuah kantong plastik.

Seorang saksi mata menyebut pelaku sempat menyebut nama Columbine sebelum melakukan aksinya. Sementara turis lain, Barak Hardley asal Los Angeles, menggambarkan situasi mencekam saat tembakan dilepaskan bertubi-tubi. “Ia terus menembak. Saya tidak tahu mengapa korban tidak lebih banyak. Syukurlah tidak,” ujarnya.

Sebagai respons, pemerintah Meksiko langsung memperketat pengamanan di berbagai lokasi wisata utama. Menteri Keamanan, Omar García Harfuch, menyatakan bahwa langkah cepat telah diambil untuk memastikan situasi tetap terkendali.

“Respons negara sangat cepat dan tegas. Kami akan meningkatkan pengamanan di situs arkeologi dan destinasi wisata lainnya,” katanya.

Kompleks Teotihuacan sendiri merupakan situs bersejarah yang dihuni sejak 100 SM hingga 500 M, dan menjadi daya tarik utama dengan jumlah kunjungan mencapai 1,8 juta wisatawan tahun lalu. Pemerintah memastikan lokasi tersebut akan dibuka kembali dengan pengamanan yang diperketat.

Presiden Claudia Sheinbaum turut menegaskan bahwa insiden ini tidak akan mengganggu persiapan negara dalam menyambut Piala Dunia, yang dijadwalkan dimulai pada 11 Juni di Mexico City sebelum berlanjut ke kota-kota lain.

“Kita semua tahu ini bukan sesuatu yang pernah terjadi sebelumnya di Meksiko,” ujar Sheinbaum. Ia menambahkan bahwa pelaku menunjukkan indikasi masalah psikologis serta kemungkinan terpengaruh oleh insiden kekerasan di luar negeri.

Pernyataan tersebut juga muncul di tengah sorotan terhadap situasi keamanan nasional, terutama setelah meningkatnya kekerasan di beberapa wilayah menyusul penangkapan dan kematian gembong narkoba terkenal awal tahun ini.

Dengan langkah pengamanan yang diperketat, pemerintah Meksiko berharap dapat memastikan keamanan bagi wisatawan dan peserta selama salah satu ajang olahraga terbesar di dunia tersebut berlangsung.

  • Meksiko
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.