Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Iran Menegaskan Tidak akan Membuka Kembali Selat Hormuz Jika Angkatan Laut AS Tetap Melakukan Blokade

📅 Kamis, 23 Apr 2026, 21:05 WIB | Oleh:

Kementerian Luar Negeri Panama mengkonfirmasi penyitaan MSC Francesca, menyebutnya sebagai "serangan serius terhadap keamanan maritim" dan "eskalasi yang tidak perlu".

Lembaga pemantau keamanan maritim yang berbasis di Inggris mengkonfirmasi bahwa tiga kapal komersial telah melaporkan insiden yang melibatkan kapal perang di selat tersebut.

Di antara kapal-kapal tersebut, sebuah kapal kontainer dilaporkan ditembaki oleh kapal Garda Revolusi sekitar 15 mil laut di timur laut Oman, menyebabkan kerusakan pada anjungan tetapi tidak ada korban jiwa, menurut lembaga pemantau UKMTO.

Beberapa jam kemudian, CENTCOM mengumumkan pada tanggal X bahwa pasukan AS sejak awal blokade AS terhadap pelabuhan Iran telah "memerintahkan 31 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan".

Atas perintah Trump, Angkatan Laut AS berupaya memblokir kapal-kapal yang menuju atau berangkat dari pelabuhan Iran, dengan tujuan meningkatkan tekanan pada perekonomian Iran.

Di tengah blokade tersebut, Pentagon mengumumkan pada hari Rabu bahwa Menteri Angkatan Laut John Phelan akan segera meninggalkan jabatannya.

Tidak disebutkan alasan di balik kepergiannya yang tiba-tiba, yang merupakan pemecatan terbaru seorang perwira senior di bawah kepemimpinan kepala Pentagon yang agresif di bawah Trump, Pete Hegseth.

Departemen Pertahanan AS mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukan AS telah mencegat dan menaiki sebuah kapal "tanpa kewarganegaraan yang dikenai sanksi". AFP telah mengidentifikasi kapal tersebut sebagai kapal yang terkait dengan aktivitas Iran. Kedua pihak saling menuduh melanggar gencatan senjata.

Pembicaraan Lebanon-Israel

Setelah gencatan senjata dengan Iran, Amerika Serikat membantu menengahi gencatan senjata antara Israel dan Lebanon, termasuk Hizbullah, gerakan Muslim Syiah yang didukung Iran yang telah menembakkan roket ke Israel sebagai balasan atas serangan terhadap pendukungnya.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, serangan Israel menewaskan lima orang lagi pada hari Rabu, menurut media Lebanon.

Amal Khalil, seorang jurnalis untuk surat kabar Al-Akhbar, tewas dan rekan sesama jurnalisnya, Zeinab Faraj, terluka dalam serangan Israel di dekat perbatasan, menurut laporan surat kabar tersebut.

Israel dan Lebanon, yang tidak memiliki hubungan diplomatik, akan mengadakan putaran kedua pembicaraan di Washington pada hari Kamis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Korupsi di Pelayanan Publik...

OJK dan Pimpinan DPR Bahas Penguatan Pasar Modal

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
OJK dan Pimpinan DPR Bahas ...

Proses Pengosongan Kawasan Eks Hotel Sultan

49 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Proses Pengosongan Kawasan ...

LPS Jalin Kerjasama Dengan Kerjaksaan Agung

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
LPS Jalin Kerjasama Dengan ...
  • Modus Canggih di Jepang: Eks Insinyur Racik Program Sendiri Demi Gasak Jutaan Yen
    Preview komentar:
    Hubungi nomor 082178509155 Atau 1500001 (layanan khusus untuk ...
    Anda dapat menghubungi layanan support (Tokocrypto) melalui nomor ...
  • Instruksi Prabowo Dijalankan! PKP Siapkan Rusun Subsidi di Kota-Kota Jatim
    Preview komentar:
    Berikut Nomor Whatsapp Resmi Tokocrypto adalah +62 818-898-300, ...
    Perlu di ingat, Saluran resmi Tokocrypto, hanya di ...
  • Rp2,2 Triliun Digelontorkan! Kementerian PKP Kebut Bangun Huntap Pascabencana di Sumatera
    Preview komentar:
    Sedih ya, teman-teman... Saluran resmi (Bri QLola) hanya ...
    Saluran resmi (Bri QLola) hanya bisa dihubungi di ...
Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

Desa Go Global, Ekspor Langsung Bikin Pendapatan Naik Tajam

18 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.