Kemenhaj: Layanan Haji Embarkasi Terapkan Layanan 'One Stop Service'

Rabu, 22 Apr 2026, 07:41 WIB

SURABAYA – Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI, Abdul Haris, menyatakan layanan di embarkasi haji telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur melalui sistem One Stop Service (OSS) pada pemberangkatan awal musim haji 2026.

“Layanan pertama bagi jemaah harus betul-betul terjamin. Sebagian besar embarkasi sudah melaksanakan SOP yang kami tetapkan, yaitu OSS,” kata Abdul Haris setelah melepas jemaah calon haji kloter pertama di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/4). 

Ket. Foto: Sekretaris Direktorat Jenderal Pelayanan Haji Kementerian Haji dan Umrah RI Abdul Haris (ketiga kanan) melambaikan tangan saat jamaah calon haji kloter pertama diberangkatkan dari Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES), di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (22/4/2026). — Sumber: ANTARA

Ia menjelaskan penerapan OSS menjadi bagian dari kesiapan pemerintah dalam memastikan pelayanan optimal bagi jemaah sejak tahap awal keberangkatan di embarkasi.

Sementara itu, pada Rabu (22/4) sebanyak 11 embarkasi di Indonesia mulai memberangkatkan kelompok terbang (kloter) perdana jemaah calon haji. 

“Alhamdulillah hari ini dan sebagian tadi malam atau dini hari, kami sudah memulai keberangkatan kloter-kloter perdana di sebagian besar embarkasi yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah berharap, kata dia, seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar sesuai dengan harapan Presiden dan Menteri Haji dan Umrah. 

Selain memastikan kesiapan layanan, lanjutnya, pemerintah juga mengantisipasi potensi keberangkatan jemaah nonvisa haji dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan, termasuk pihak imigrasi. 

“Biasanya keberangkatan haji dibarengi dengan problem, di antaranya jemaah nonvisa haji itu sudah kita antisipasi bersama pemangku kepentingan lain agar tidak terjadi,” ucapnya.

Selain itu, untuk pelayanan di Arab Saudi, Haris memastikan seluruh kebutuhan jemaah telah dipersiapkan, mulai dari akomodasi, transportasi, hingga konsumsi.

Ia menambahkan, persiapan penerimaan jemaah di Madinah telah dikoordinasikan dengan petugas di lokasi, termasuk layanan dari bandara menuju hotel serta fasilitas kesehatan.

Terkait akomodasi, kata Haris, pemerintah menyiapkan sekitar 100 hotel di Madinah untuk menampung jemaah calon haji Indonesia.

Lebih lanjut, ia menambahkan, untuk kelengkapan dokumen jemaah calon haji tahun 2026 telah terpenuhi, termasuk visa dan Kartu Nusuk yang kini sudah dapat diterima sejak di embarkasi.

Sedangkan distribusi Kartu Nusuk, kata Haris, didukung kerja sama dengan dua syarikah yang telah membuka kantor layanan di Indonesia guna memastikan aktivasi kartu berjalan lancar di setiap embarkasi.

“Alhamdulillah, tahun ini jemaah ketika datang sudah menerima seluruh dokumen yang dibutuhkan mulai dari visa, termasuk Kartu Nusuk,” jelasnya.

  • kemenhaj

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.