Trump Tak Akan Mencabut Blokade Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

Selasa, 21 Apr 2026, 09:55 WIB

Presiden AS Donald Trump mengatakan AS tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan tercapai dengan Teheran.

Blokade yang dimulai seminggu lalu ini "benar-benar menghancurkan Iran," tulis Trump di platform media sosialnya, Truth Social. Ia mengatakan negaranya memenangkan konflik tersebut "dengan selisih yang besar".

Ket. Foto: Kapal dan tanker di Selat Hormuz — Sumber: energynow

Mengutip laporan BBC, komentar-komentar Trump muncul menjelang berakhirnya gencatan senjata sementara AS-Iran pada hari Rabu, namun tanpa kepastian apakah putaran kedua perundingan perdamaian akan dilanjutkan di Pakistan.

Keamanan diperketat di ibu kota Pakistan sebagai antisipasi pertemuan tersebut. Namun, Wakil Presiden AS JD Vance, yang akan memimpin delegasi AS, belum meninggalkan Washington, sementara Iran mengatakan belum memutuskan apakah akan hadir.

Sejak blokade dimulai, pasukan AS telah memerintahkan 27 kapal untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan Iran, menurut Komando Pusat AS (Centcom).

AS juga mencegat dan menyita kapal kargo berbendera Iran untuk pertama kalinya dalam konflik ini, setelah kapal tersebut mencoba menerobos blokade pada hari Minggu (19/4).

Video yang dibagikan oleh Centcom dikatakan menunjukkan kapal tersebut diberi peringatan sebelum pasukan turun ke kapal.

Teheran menganggapnya sebagai "tindakan pembajakan" dan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Iran telah mempertahankan blokade sendiri di Selat Hormuz, jalur pelayaran utama, selama hampir dua bulan, yang menyebabkan harga energi global melonjak.

Jalur tersebut sempat dibuka kembali pada hari Sabtu (18/4) namun kemudian ditutup kembali, menyusul laporan tentang kapal-kapal di dalam atau di dekat selat tersebut, termasuk sebuah kapal tanker, yang menjadi sasaran Teheran.

Trump mengatakan Iran telah "memutuskan untuk menembakkan peluru" dan menyebutnya sebagai "pelanggaran total" terhadap perjanjian gencatan senjata.

Iran mengatakan akan tetap menutup jalur tersebut sampai AS menghentikan blokade terhadap pelabuhannya.

Terdapat indikasi bahwa putaran kedua perundingan perdamaian antara AS dan Iran akan tetap berlangsung, meskipun Teheran menolak untuk mengkonfirmasi apakah mereka akan mengirim delegasi.

Menyusul putaran pertama pembicaraan awal bulan ini, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan AS "tidak dapat mencapai situasi di mana Iran bersedia menerima persyaratan kami". Kementerian Luar Negeri Iran mendesak Washington untuk menahan diri dari "tuntutan yang berlebihan dan permintaan yang melanggar hukum".

Vance diperkirakan akan didampingi oleh utusan khusus Steve Witkoff dan menantu sekaligus penasihat Trump, Jared Kushner, seperti pada putaran pembicaraan sebelumnya.

Belum jelas siapa, jika ada, dari pihak Iran yang akan hadir.

Namun, di Islamabad, ada tanda-tanda persiapan untuk pembicaraan tersebut.

Para tamu di Hotel Serena di kota itu, tempat putaran sebelumnya diadakan, telah diminta untuk meninggalkan hotel sebagai persiapan untuk pertemuan, sementara polisi mengumumkan penutupan jalan-jalan utama karena kedatangan delegasi asing.

Seorang pejabat senior pemerintah mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Pakistan yakin dapat membujuk Iran untuk menghadiri pembicaraan tersebut.

Blokade jalan telah dipasang menuju hotel yang diperkirakan akan menjadi tempat penyelenggaraan pembicaraan.

Berbicara kepada program Radio 4’ PM, Kepala Koresponden Internasional BBC, Lyse Doucet, yang berada di Teheran, mengatakan bahwa meskipun situasinya tidak dapat diprediksi, ada peluang yang lebih baik agar pembicaraan dapat terjadi.

  • Blokade Selat Hormuz

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.