Kawasan Industri Tak Cukup Lahan, Harus Maksimalkan SDM dan Teknologi
Selasa, 21 Apr 2026, 22:05 WIBJAKARTA â Pengembangan kawasan industri di daerah menjadi strategi penting untuk mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan antarwilayah.
Dengan menghadirkan pusat produksi di luar wilayah inti, kawasan industri dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan nilai tambah lokal, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.
Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, dan kualitas sumber daya manusia.
Tanpa dukungan tersebut, kawasan industri berisiko tidak optimal atau sekadar menjadi enclave ekonomi tanpa dampak luas.
Karena itu, integrasi dengan rantai pasok, konektivitas logistik, serta insentif investasi yang tepat menjadi kunci agar pengembangan kawasan industri benar-benar menjadi motor pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/ Bappenas) Rachmat Pambudy mengatakan pengembangan kawasan industri di daerah harus bertumpu pada pemanfaatan optimal sumber daya alam (SDA), didukung kapasitas sumber daya manusia (SDM), serta penguasaan teknologi.
Dalam pertemuan dengan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah, Menteri PPN menyoroti keunggulan komparatif yang dimiliki Sumatera, mulai dari kesuburan lahan, kandungan mineral, hingga kualitas SDM. Kombinasi tersebut dinilai menjadi modal kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah
âTanah paling subur itu, mineralnya yang banyak dan baik ada di situ. Orang-orang yang terpintar juga ada di situ. Jadi kalau potensi sebesar itu tidak bisa dimanfaatkan untuk membantu pembangunan negara, maka perlu kita evaluasi bersama di mana letak permasalahannya,â ucapnya sebagaimana dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (21/4).
Rachmat Pambudy juga menyoroti pentingnya percepatan adopsi teknologi dalam pengolahan SDA.
Dia beranggapan teknologi menjadi kunci dalam menciptakan nilai tambah dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Tanpa penguasaan teknologi, lanjutnya, potensi SDA yang besar berisiko tidak akan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan langkah strategis untuk mengembangkan kawasan industri berbasis SDA secara terintegrasi.
Momentum ini akan mengawali langkah pengembangan kawasan menjadi kota baru berbasis industri yang didukung investasi dan kesiapan bahan baku.
Kawasan industri itu direncanakan terhubung dengan infrastruktur pelabuhan, serta pengembangan sektor energi, termasuk potensi kerja sama dengan Bukit Asam.
Sementara itu, kesiapan infrastruktur dasar disebut mulai menunjukkan perkembangan positif. Pelabuhan yang telah tersedia menjadi salah satu keunggulan utama dalam mendukung aktivitas logistik dan industri.
Pemerintah daerah juga telah menjalin komunikasi dengan investor untuk pengembangan fasilitas refinery dan petrokimia.
âPemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan kawasan ini dapat berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru,â ungkap Mahyeldi.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mendagri Keluarkan SE, Atur Mekanisme WFH ASN di Lingkungan Pemda
-
Lagu Natal “All I Want for Christmas Is You” dari Mariah Carey Kembali Dominasi Billboard-Global 200
-
Phishing Berkedok Akademik, Data Pribadi Jadi Incaran
-
Menkeu AS: Washington Akan Rebut Kendali Selat Hormuz untuk Pulihkan Navigasi
-
Sidrap Gelar Panen Raya Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional
-
Angka Mencengangkan, Perputaran Uang Tambang Emas Ilegal Tembus Rp992 Triliun
-
Andre Rosiade Dukung BRI Sponsori Liga Indonesia, Minta Direksi Tetap Evaluatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.