- Home
-
- Luar Negeri
-
- Indonesia Usul Sidang Daru...
Indonesia Usul Sidang Darurat DK PBB Gandeng Prancis Terkait Gugurnya Pasukan UNIFIL
Selasa, 21 Apr 2026, 02:35 WIBJAKARTA -Â Indonesia didesak untuk segera mengambil langkah diplomasi agresif dengan mengajukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB guna merespons gugurnya sejumlah personel TNI yang bertugas di bawah bendera UNIFIL di Lebanon Selatan.
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Muhammad Syaroni Rofii, menyarankan agar Pemerintah Indonesia menggandeng Prancis dalam memperkuat lobi multilateral tersebut. Langkah kolaboratif ini dinilai strategis mengingat Prancis, yang memiliki status anggota tetap DK PBB, baru-baru ini juga kehilangan personelnya dalam serangan serupa di zona konflik yang sama.
"Indonesia bisa mengajukan sidang darurat DK PBB dengan menggandeng Prancis yang merupakan anggota DK PBB, mengingat pasukan Prancis baru-baru ini juga menjadi korban di Lebanon," kata Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia Muhammad Syaroni Rofii saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Menurutnya, Indonesia menggandeng Prancis akan memperkuat pengaruh dan lobi di tingkat multilateral. Untuk membantu menjamin keselamatan personel UNIFIL, katanya, Indonesia perlu menindaklanjuti hasil pertemuan DK PBB pasca meninggalnya sejumlah personel TNI selagi bertugas di Lebanon.
"Selain itu, Indonesia perlu meminta jaminan keamanan dari negara-negara yang memiliki pengaruh di zona konflik, seperti pengaruh Amerika Serikat kepada Israel dalam konflik Lebanon," katanya.
âââââSyaroni juga menekankan perlunya untuk memperkuat mandat UNIFIL guna menghadapi ancaman yang lebih kompleks.
"Mandat UNIFIL perlu diperkuat karena sebetulnya mandat mereka sudah berakhir tahun lalu tetapi karena adanya konflik di Timur Tengah membuat penugasan diperpanjang," katanya.
Ia menambahkan bahwa mandat UNIFIL harus diikuti dengan klausul sanksi bagi negara yang melanggar resolusi DK PBB.
"Selama ini negara yang melanggar tidak pernah dihukum karena melakukan serangan terhadap personil UNIFIL dan melanggar resolusi DK PBB," katanya.
Pada 29 dan 30 Maret 2026, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL gugur di Lebanon selatan. Mereka adalah Mayor Inf (Anm) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anm) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anm) Farizal Rhomadhon.
Pada Sabtu (18/4), Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan seorang tentara Prancis gugur dan tiga lainnya terluka dalam serangan di Lebanon selatan yang menargetkan UNIFIL.
- konflik timur tengah
- tni gugur di lebanon
- unifil lebanon
- dk pbb
- indonesia prancis
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
InJourney Pastikan MotoGP 2026 Siap Digelar di Sirkuit Mandalika, Optimistis Dongkrak Ekonomi Nasional dan Serap Ribuan Pekerja
-
Uni Eropa Siap Bantu Indonesia Cari Korban Gempa NTT dengan Satelit Copernicus
-
Drama Penalti! Persebaya Tumbangkan Persib, Sabet Gelar Juara Piala Presiden 2026
-
Produksi Kerajinan Panjang Mulud di Kota Serang Meningkat
-
AS Hancurkan Tiga Tanker Minyak Iran, Selat Hormuz Kembali Membara
-
BTN Gandeng Pemkot Padang, Perluas Layanan dari KPR hingga Digitalisasi Layanan Publik
-
Gempa M 5,0 Guncang Manggarai, NTT! Ini Kabar Terbaru dari BMKG
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.