Efek Porprov, Sektor Kuliner dan Perhotelan Bogor Diprediksi Melejit

Selasa, 21 Apr 2026, 22:15 WIB

BOGOR – Ajang olahraga di tingkat daerah dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi jangka pendek melalui peningkatan konsumsi, okupansi hotel, serta perputaran sektor transportasi dan UMKM.

Lonjakan aktivitas ini menciptakan efek multiplier yang mendorong pendapatan lokal dan memperluas peluang usaha, terutama bagi pelaku ekonomi kecil di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Ket. Foto: Jalan Pajajaran di Kota Bogor, Jawa Barat. — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Kota Bogor

Namun, dampak jangka panjang sangat bergantung pada kualitas perencanaan dan pemanfaatan pasca-event. Tanpa strategi keberlanjutan, investasi infrastruktur berisiko menjadi beban fiskal.

Karena itu, integrasi ajang olahraga dengan promosi pariwisata, pengembangan ekonomi kreatif, serta optimalisasi fasilitas pasca acara menjadi kunci agar manfaat ekonomi tidak bersifat sementara, melainkan berkelanjutan bagi daerah.

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat memproyeksikan ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi sektor perhotelan, restoran, dan pelaku usaha pendukung lainnya.

Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin di Balai Kota Bogor, Selasa (21/4), mengatakan status Kota Bogor sebagai salah satu tuan rumah bersama Kota Depok dan Kota Bekasi diyakini akan menghadirkan efek berganda atau multiplier effect yang signifikan bagi masyarakat.

“Saya rasa dengan Bogor menjadi tuan rumah ini multiplier effect, tidak hanya bangkitan peningkatan ekonomi, masyarakat Bogor bisa terlibat dan akan merasakan dampak yang positif,” ujar Jenal.

Ia mengungkapkan, sejumlah hotel di Kota Bogor bahkan sudah mulai dipesan oleh beberapa daerah lain yang akan mengikuti pertandingan maupun menjalani pemusatan latihan menjelang pelaksanaan Porprov.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa perputaran ekonomi akan meningkat, terutama di sektor jasa akomodasi dan kuliner.

“Beberapa hotel sudah ada yang mulai dibooking oleh beberapa daerah lain yang akan melakukan kegiatan venue campur di Kota Bogor,” katanya.

Selain hotel dan restoran, Jenal menilai pelaku usaha lain seperti transportasi, UMKM, hingga sektor jasa juga akan ikut merasakan dampak positif dari penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Ia berharap momentum Porprov Jabar 2026 dapat menjadi pendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bogor sekaligus memperkuat geliat ekonomi masyarakat.

“Saya rasa dampaknya akan sangat terlihat dan terasa, khususnya para pemangku usaha di bidang hotel, restoran. Mudah-mudahan peningkatan PAD untuk Kota Bogor dengan Bogor menjadi tuan rumah hari ini,” ujarnya.

Kota Bogor menjadi salah satu tuan rumah besar Porprov XV Jawa Barat 2026 bersama Kota Depok dan Kota Bekasi. Sebanyak sekitar 20 cabang olahraga akan dipertandingkan di Kota Bogor.

Pemkot Bogor juga telah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 miliar yang bersumber dari APBD untuk mendukung pelaksanaan Porprov, mulai dari kesiapan venue, pembinaan atlet, insentif atlet, hingga kebutuhan teknis pertandingan.

Jenal menjelaskan, anggaran tersebut difokuskan pada pelaksanaan dan peningkatan prestasi atlet, sementara kegiatan seremonial yang dinilai tidak terlalu penting dipangkas agar belanja lebih efektif.

Selain kesiapan sebagai tuan rumah, Kota Bogor juga menargetkan raihan 100 medali emas pada Porprov Jabar 2026, meningkat dari capaian sebelumnya sebanyak 65 medali emas.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.