Bukan Janji Manis, Merangin Ajukan Proyek Raksasa Infrastruktur Pangan ke Jakarta, Ini Daftarnya
Selasa, 21 Apr 2026, 01:35 WIBMERANGIN -Â Pemerintah Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, secara resmi mengajukan usulan peningkatan infrastruktur pertanian besar-besaran kepada Kementerian Pertanian guna memperkuat ketahanan pangan daerah.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya antisipasi dini menghadapi ancaman kekeringan ekstrem yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menegaskan bahwa usulan tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT), pembangunan embung baru, hingga pengadaan pompa air yang akan difokuskan pada wilayah lumbung pangan seperti Kecamatan Jangkat, Tabir, dan Sungai Manau.
"Bapak Menteri mendukung, bahkan daerah diminta memaksimalkan anggaran yang tersedia, jika diperlukan terbuka mengajukan usulan tambahan," kata Bupati Merangin Muhammad Syukur melalui keterangan tertulis yang diterima di Jambi, Senin.
Menurut dia, usulan perbaikan atau Â
rehabilitasi jaringan irigasi tersier (RJIT) menjadi hal utama untuk keberlangsungan lahan sawah yang produktif.
Upaya tersebut, sebagai langkah untuk memastikan ketersediaan air dan mengantisipasi ancaman dampak kekeringan ekstrem yang telah diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).Â
Syukur mengatakan, termasuk mengusulkan pembangunan saluran pompa air dan perpipaan untuk wilayah yang memiliki sumber air permukaan dan air tanah.Â
Wilayah tersebut mencakup Kecamatan Tabir Ulu, Tabir, Jangkat, hingga Sungai Manau.
Selain itu, Pemkab Merangin mengusulkan pembangunan embung baru sebagai cadangan air saat musim kemarau, serta pengadaan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendorong modernisasi.
"Berdasarkan dokumen usulan yang disiapkan dinas terkait tersebut, telah memetakan kebutuhan mendesak di berbagai kecamatan di daerah itu," ujarnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikulura (TPH) Kabupaten Merangin Mujiburrahman menambahkan bahwa usulan disampaikan dalam dokumen tersebut sangat krusial bagi kemajuan petani di daerah.
"Mudah-mudahan semua usulan diakomodasi oleh Kementan," harapnya.
Ia menjelaskan, terkait program cetak sawah baru untuk tahun anggaran 2026, tersebar di tiga lokasi, meliputi Kecamatan Jangkat Timur (Desa Beringin Tinggi) seluas 45 hektare, Kecamatan Jangkat (Desa Pulau Tengah) 25 hektare, dan Desa Rantau Kermas seluas 30 hektare.
Saat ini, ketiga lokasi tersebut tengah dalam proses perencanaan teknis atau Survey Investigation Design (SID) oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memastikan kelayakan teknis lahan.
- kekeringan
- kementerian pertanian
- infrastruktur pertanian
- kabupaten merangin
- muhammad syukur
- cetak sawah
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Kasus Penendangan Kucing di Blora, Pemilik Tolak Tawaran RJ
-
Ancaman Kekeringan Mengintai, DKPP Kota Madiun Desak Petani Lakukan Siasat Ini
-
Pemerintah Kota Semarang Telah Mengisi 55 Jabatan Lurah yang Kosong
-
Awas! Hati-hati Penipuan Berkedok Rekrutmen KAI Palsu Lewat Medsos
-
Gempa M7,6 Berlangsung 1 Menit, Terasa hingga Gorontalo
-
Kemendag Terbitkan Dua Regulasi Baru untuk Pangkas Hambatan Perizinan Ekspor
-
600 Ha Sawah di Nagan Raya Aceh Alami Kekeringan Parah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.