- Home
-
- Luar Negeri
-
- Trump: AS Cegat dan Sita K...
Trump: AS Cegat dan Sita Kapal Kargo Berbendera Iran
Senin, 20 Apr 2026, 08:35 WIBPresiden Donald Trump mengatakan AS telah mencegat sebuah kapal kargo berbendera Iran di Teluk sebagai bagian dari blokade angkatan lautnya.
BBC melaporkan, Trump menulis di platform Truth Social miliknya bahwa kapal Touska disita oleh Angkatan Laut AS setelah gagal merespons peringatan untuk berhenti. Iran belum memberikan komentar terkait insiden tersebut.
Pengumuman itu disampaikan setelah Gedung Putih mengkonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance akan memimpin delegasi lain untuk putaran kedua pembicaraan tentang mengakhiri perang dengan Iran di Pakistan.
Teheran belum mengkonfirmasi kehadirannya. Media pemerintah Iran melaporkan para pejabat tidak akan berpartisipasi selama blokade AS masih berlaku.
"Hari ini, sebuah kapal kargo berbendera Iran bernama TOUSKA, dengan panjang hampir 900 kaki dan berat hampir sama dengan kapal induk, mencoba melewati blokade angkatan laut kita, dan itu tidak berjalan baik bagi mereka," tulis Trump.
Dia menambahkan, AS telah memberikan peringatan yang cukup kepada kapal tersebut untuk berhenti, tetapi peringatan itu diabaikan, "sehingga kapal Angkatan Laut kami menghentikan mereka tepat di tempatnya dengan membuat lubang di ruang mesin".
"Kapal TOUSKA berada di bawah sanksi Departemen Keuangan AS karena riwayat aktivitas ilegalnya di masa lalu. Kami memiliki kendali penuh atas kapal tersebut, dan sedang memeriksa apa yang ada di dalamnya!"
Komando Pusat AS kemudian merilis rekaman yang menurut mereka menunjukkan sebuah kapal angkatan laut mencegat kapal kargo. Dalam rekaman tersebut, sebuah senjata terlihat menembak ke arah kapal kargo.
 Trump mengatakan pada hari Jumat bahwa blockade angkatan laut terhadap pelabuhan Iran akan berlanjut hingga kesepakatan tercapai antara kedua negara.
Konflik dimulai ketika AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan berlanjut dengan gelombang serangan di seluruh Timur Tengah selama lima minggu hingga gencatan senjata selama dua minggu diumumkan.
Trump mengumumkan blokade angkatan laut setelah putaran pertama negosiasi awal bulan ini berakhir tanpa kesepakatan. Isu-isu utama, termasuk program nuklir Iran dan kendali atas Selat Hormuz - jalur transportasi minyak utama - masih menjadi perselisihan.
Sebelumnya pada hari Minggu, Trump mengatakan perwakilannya akan tiba di Pakistan, yang telah menjadi mediator antara kedua pihak, pada hari Senin. Gencatan senjata dijadwalkan berakhir pada hari Rabu.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan bahwa, selain Vance, delegasi tersebut akan mencakup penasihat Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang keduanya juga hadir pada pembicaraan sebelumnya.
Namun, kantor berita negara Iran, IRNA, mengatakan bahwa laporan tentang putaran kedua pembicaraan dengan AS "tidak benar".
Ditambahkan pula bahwa blokade AS, bersama dengan tuntutan yang "berlebihan" dan retorika yang mengancam dari Washington, "sejauh ini telah menghambat kemajuan negosiasi".
Meskipun demikian, persiapan untuk diskusi lebih lanjut telah dimulai di ibu kota Pakistan, Islamabad.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif berbicara dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Minggu malam, menurut pernyataan yang dirilis oleh kantornya. Pernyataan itu tidak menyebutkan pembicaraan lebih lanjut antara Iran dan AS.
- Perang AS-Israel dengan Iran
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Lili Lestari
Berita Terkait:
-
AS dan Iran Sepakat untuk Gencatan Senjata Bersyarat Selama Dua Minggu
-
Asyik Boleh, Tapi Hati-Hati, Arus Laut Bisa Seret Wisatawan
-
Program Diskon Pelni Tembus 105 Persen, Bukti Tingginya Antusiasme Mudik Lebaran 2026
-
Iran akan Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Blokade dan Perang Diakhiri
-
AS Lancarkan Serangan Baru ke Iran, Hantam Situs Rudal di Iran Selatan
-
Libur Lebaran 2026, Kabupaten Kerinci Targetkan 100 Ribu Wisatawan
-
Trump Sebut Perang Melawan Iran Hampir Berakhir, Ancam akan Ada Serangan Berat Lagi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.