Iran akan Buka Selat Hormuz Jika AS Cabut Blokade dan Perang Diakhiri

Selasa, 28 Apr 2026, 09:05 WIB

KAIRO — Iran menawarkan untuk mengakhiri kendalinya di Selat Hormuz jika AS mencabut blokade terhadap negara itu dan mengakhiri perang, dalam sebuah proposal yang akan menunda diskusi tentang program nuklir Iran, kata dua pejabat regional pada hari Senin (27/4).

Menurut laporan Associated Press, Presiden AS Donald Trump tampaknya tidak mungkin menerima tawaran tersebut, yang diteruskan kepada Amerika oleh Pakistan dan akan membiarkan perselisihan yang menyebabkan AS dan Israel berperang pada 28 Februari tetap tidak terselesaikan. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tampaknya menolak kesepakatan apa pun yang mengecualikan program nuklir Iran.

Ket. Foto: Presiden Russia Vladimir Putin (kanan) berjabat tangan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, di Perpustakaan Kepresidenan Boris Yeltsin, di St. Petersburg, Rusia, Senin, 27 April 2026. — Sumber: AP/Sputnik

“Kita tidak bisa membiarkan mereka lolos begitu saja,” kata Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada hari Senin. “Kita harus memastikan setiap kesepakatan yang dibuat, setiap perjanjian yang disepakati, adalah kesepakatan yang secara pasti mencegah mereka untuk bergegas menuju senjata nuklir kapan pun.”

Dengan gencatan senjata yang rapuh, AS dan Iran terjebak dalam kebuntuan di selat tersebut. Blokade AS dirancang untuk mencegah Iran menjual minyaknya, sehingga merampas pendapatan penting negara itu sekaligus berpotensi menciptakan situasi di mana Teheran harus menghentikan produksi karena tidak memiliki tempat untuk menyimpan minyak.

Sementara itu, selat Hormuz telah memberikan tekanan pada Trump di dalam negeri, karena harga minyak dan bensin telah meroket menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial. Dan hal itu juga menekan sekutu-sekutu Teluknya yang menggunakan jalur tersebut untuk mengeskpor minyak dan gas mereka.

Tuntutan Baru Akhiri Blokade

Frustrasi di banyak negara semakin meningkat, dengan tuntutan baru untuk mengakhiri blokade yang telah berdampak luas pada perekonomian dunia, termasuk menaikkan harga pupuk, makanan, dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya.

Usulan Iran akan menunda negosiasi program nuklirnya ke tanggal yang lebih lambat. Trump mengatakan salah satu alasan utama dia berperang adalah untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Dua pejabat yang mengetahui proposal tersebut berbicara dengan syarat anonim untuk membahas negosiasi tertutup antara pejabat Iran dan Pakistan akhir pekan ini. Proposal Iran pertama kali dilaporkan oleh media berita Axios.

Tawaran itu muncul saat menteri luar negeri Iran mengunjungi Russia, yang telah lama menjadi pendukung utama Teheran. Belum jelas bantuan apa, jika ada, yang mungkin ditawarkan Moskow sekarang.

Kemampuan Iran untuk memutus lalu lintas di Selat Hormuz, jalur sempit Teluk Persia, telah terbukti menjadi salah satu keunggulan strategis terbesarnya dalam perang yang sering kali bermuara pada pihak mana yang dapat menanggung lebih banyak penderitaan.

  • Perang AS-Israel dengan Iran

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.