Biar Tak Punah, Banyuwangi Terus Hidupkan Rasa Kuliner Khas Osing

Senin, 20 Apr 2026, 17:00 WIB

BANYUWANGI – Melestarikan ragam kuliner itu sebenarnya nggak harus selalu serius atau ribet. Kadang, cukup dengan tetap masak dan menikmati makanan khas daerah sendiri, kita sudah ikut menjaga warisan yang berharga. Dari dapur sederhana, resep turun-temurun tetap hidup—meski zaman terus berubah.

Setiap hidangan punya cerita. Ada yang diwariskan dari nenek, ada yang jadi ciri khas kampung halaman, bahkan ada yang cuma muncul di momen tertentu.

Ket. Foto: Warga sajikan sego lemeng dan kopi uthek dalam agenda Janda Reni di Desa Banjar, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkab Banyuwangi

Justru di situlah letak keunikannya. Kuliner bukan sekadar soal rasa, tapi juga tentang kenangan, kebersamaan, dan identitas.

Di tengah gempuran makanan kekinian, melestarikan kuliner lokal bisa dimulai dari hal kecil: nggak malu makan masakan tradisional, mengenalkan ke teman, atau bahkan coba masak sendiri di rumah.

Karena pada akhirnya, menjaga kuliner itu bukan soal nostalgia semata, tapi cara sederhana untuk tetap terhubung dengan akar kita.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, berkomitmen melestarikan ragam kuliner dan salah satunya sego lemeng dan kopi uthek yang menjadi hidangan otentik masyarakat Osing dari Desa Banjar Kecamatan Licin.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Senin (20/4), menyampaikan kuliner sego lemeng dan kopi uthek dari Desa Banjar itu merupakan warisan kuliner kuno yang terus dilestarikan melalui agenda bertajuk "Janda Reni".

"Masyarakat Banyuwangi memiliki akar yang kuat pada tradisi, tidak hanya seni dan budaya tapi juga kulinernya, karena itu pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melestarikannya dengan membalutnya menjadi sebuah agenda menarik yang sekaligus menjadi atraksi wisata," katanya.

Menurut Ipuk, agenda "Janda Reni" yang digelar pada Sabtu (18/4) malam itu menjadi bagian dari kalender Banyuwangi Attraction 2026, dan pada ajang ini masyarakat serta wisatawan dari berbagai daerah bisa menikmati sego lemeng dan kopi uthek yang disediakan oleh warga di sepanjang jalan desa.

"Terima kasih pada seluruh warga yang terus menguri-uri tradisi lokal hingga bisa terus bisa di nikmati dan di rasakan oleh generasi sekarang dan yang akan datang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Banjar, Sunandi menjelaskan perpaduan kuliner sego lemeng dan kopi uthek bukan sekadar urusan perut, dua sajian ini kaya akan nilai filosofi yang menggambarkan cara pandang hidup masyarakat Osing di Desa Banjar.

"Kopi uthek yang bersanding dengan gula aren mengandung makna pahit manisnya kehidupan, sementara sego lemeng makanan yang menjaga perut tetap kenyang," katanya.

Proses pembuatan sego lemeng memang tergolong unik dan membutuhkan kesabaran ekstra, nasi yang sudah dibumbui dicampur dengan cacahan daging ayam atau ikan tuna cincang sebagai isian utamanya.

Adonan nasi tersebut kemudian dibungkus rapi dengan daun pisang, kemudian dimasukkan ke dalam potongan bambu muda yang masih segar. Penggunaan bambu muda ini dipercaya memberikan aroma dan tekstur yang khas pada hasil akhir nasi nantinya.

Bambu-bambu tersebut kemudian dibakar di atas perapian menggunakan kayu bakar selama kurang lebih empat jam, dan proses pembakaran yang lama ini memastikan kematangan yang sempurna hingga ke bagian terdalam nasi.

  • Kuliner Masyarakat Osing
  • sego lemeng
  • kopi uthek

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Purbaya: Insentif Motor Listrik Rp5 Juta Paling Cepat bisa Berlaku September 2026

Ajang Lari Cirebon QRIS Run 2026, Sarana Pemkot Cirebon Gencarkan Penggunaan QRIS

Inovasi Investasi dan Layanan Privilege Antarkan Danamon Raih Dua Penghargaan

Dompet Dhuafa Siapkan 81 Ton Bantuan untuk Penyintas Gempa NTT

Purbaya: Insentif Motor Listrik Sudah Bisa Berlaku Mulai September 2026

7.000 Warga Pulau Palue Butuh Air Bersih, KemePU Kerahkan Tandon dan Survei Geolistrik

Gempa Flores Rusak 4 Pasar Tradisional, Mendag: Pasar Inpres Ruteng Ditutup Sementara

OT Group Konsisten Gelar Upacara Kemerdekaan di Pabrik dan Depo

LG Perkuat Pemasaran WashTower, Gandeng Dealer Spesialis untuk Perluas Edukasi Konsumen

Nelayan Kendari Diimbau Waspadai Gelombang Tinggi dan Angin Kencang pada 19 hingga 22 Agustus 2026

KAI Bangun 8 Tower Rusun MBR di Manggarai, Harga dan Skema Kredit Jadi Sorotan

Triwulan II-2026, Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbun 5,65%

InJourney Destination Bantu Rehab Rumah Nenek Kroniah di Sleman Agar Layak Huni

Driver Ojol Ikut Punya Suara! Pemerintah Libatkan Pengendara dalam Aturan Tarif Baru

Pascagempa di NTT, Kemenhub Pastikan Seluruh Bandara di Flores dan Sekitarnya Tetap Beroperasi Normal

Sumatera Utara Diprediksi BMKG Masih Berpotensi Hujan Sepekan ke Depan

Sejarah Mencatat! Akan Ada Pemain Indonesia Pertama Berlaga di Liga Champions

Dari Rumah Kontrakan Menuju Kemandirian Finansial: Perjalanan Inspiratif Seblak Ngapak Bali

Update Transfer Sementara Liga Jerman: Saibari Ditebus Bayern dari PSV Eindhoven, Segini Harganya!

Minim Tempat Rehabilitasi Narkoba, DPRD DKI Dorong Rumah Sakit Khusus

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.