Rp80 Miliar Digelontorkan, Jembatan Werlah Jadi Kunci Konektivitas Aceh Tengah

Jumat, 17 Apr 2026, 05:05 WIB

Meulaboh - Anggota Komisi V DPR-RI asal Aceh, H Ruslan Daud mengatakan pembangunan kembali Jembatan Werlah, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh yang sebelumnya rusak akibat bencana alam di penghujung tahun 2025 lalu, memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi kawasan tengah Aceh.

“Jembatan tersebut akan memperlancar distribusi logistik serta pengangkutan hasil pertanian dari Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah menuju jalur lintas timur,” kata Ruslan Daud kepada ANTARA di Meulaboh, Kamis (16/4).

Ket. Foto: Anggota Komisi V DPR RI, H Ruslan M Daud (HRD), melakukan pembangunan Jembatan Weh Porak, Kecamatan Pinto Rime Gayo, Bener Meriah, Aceh, penghubung Kabupaten Bener Meriah dengan Aceh Tengah, Minggu (12/4). — Sumber: Antara

Ia mengatakan, meski berstatus sebagai jalan daerah, pemerintah pusat tetap mengambil peran dalam pembangunan jembatan tersebut demi memperkuat konektivitas wilayah, sembari menunggu desain pembangunan Jembatan Enang-Enang yang merupakan jalan nasional.

"Jembatan Werlah akan dibangun dengan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter, dilengkapi jalan pendekat sepanjang 20 meter,” katanya menambahkan.

Ruslan menambahkan, total anggaran pembangunan untuk menyelesaikan pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp80 miliar. Saat ini, proses konstruksi telah dimulai dengan pengerjaan platform pondasi, dan ditargetkan rampung pada tahun ini.

Sementara itu, untuk Jembatan Enang-Enang yang merupakan bagian dari jalan nasional, katanya, saat ini masih dalam tahap perencanaan desain dan dijadwalkan mulai dibangun pada periode 2027–2029.

Selain itu, pemerintah juga juga hadir menangani infrastruktur jalan daerah lainnya, termasuk pembangunan di kawasan Simpang Lancang. Proyek tersebut akan ditenderkan tahun ini dan ditargetkan mulai konstruksi pada 2027.

"Simpang Lancang akan dibangun menggunakan konstruksi rangka baja sepanjang 40 meter dengan jalan pendekat 10 meter, dengan nilai anggaran sekitar Rp55 Miliar," sebut Ruslan M Daud.

H Ruslan Daud berharap, seluruh proyek ini dapat selesai tepat waktu sehingga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Aceh, khususnya di wilayah tengah.

“Tahun ini, Kementerian PU akan membangun jembatan permanen di Werlah, termasuk melakukan perbaikan geometrik jalan agar truk dari Takengon dapat melintas dengan lancar,” katanya.

Dia juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah pusat dalam memulihkan infrastruktur yang rusak akibat banjir yang melanda Aceh pada November 2025 lalu.

Menurutnya, respons cepat pemerintah, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di bawah kepemimpinan Dody Hanggodo, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Terima kasih kepada bapak Menteri PU yang begitu fokus membantu pemulihan pascabencana di Aceh. Saat ini, berbagai infrastruktur sudah mulai dikerjakan, terutama akses jalan yang sangat vital bagi aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian serius terhadap Aceh.

“Hadirnya bapak Presiden Prabowo secara rutin ke Aceh menunjukkan konsistensi dan perhatian khusus dalam proses pemulihan. Ini menjadi semangat bagi kami di daerah,” sebutnya.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.