Demi Pembebasan Warga, Negosiasi Pertukaran Tahanan AS-Afghanistan Terus Berjalan

Rabu, 28 Jan 2026, 16:17 WIB

MOSKOW - Afghanistan dan Amerika Serikat melanjutkan negosiasi pertukaran tahanan meski hingga saat ini nihil kesepakatan di antara keduanya, kata juru bicara pemimpin tertinggi Afghanistan, Zabihullah Mujahid pada Selasa (27/1).

"Negosiasi tentang pertukaran tahanan dengan AS masih berlangsung, tetapi belum membuahkan hasil ... Negosiasi harus memberikan hasil nyata dan pembebasan tahanan di kedua pihak," kata Mujahid kepada stasiun radio Afghanistan, Salam Watandar.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/SARUN SANKAR

Kabul ingin Washington membebaskan Muhammad Rahim, warga negara Afghanistan terakhir yang ditahan di kamp penahanan Guantanamo Bay, sebagai imbalan atas pembebasan dua warga negara AS yang ditahan di Afghanistan.

Ia menekankan bahwa Kabul tetap berkomitmen pada pembicaraan dengan AS, menambahkan bahwa pembebasan kedua warga negara AS hanya akan mungkin terjadi jika Rahim juga dibebaskan.

Sebuah sumber, yang mengetahui proses negosiasi AS-Afghanistan, mengatakan kepada portal berita Tolo News bahwa pembahasan pertukaran tahanan saat ini menemui jalan buntu.

Rahim tidak akan dilibatkan dalam kesepakatan apa pun di masa mendatang, meski ada permintaan berulang kali dari Afghanistan, katanya.

Rahim, yang ditahan di AS sejak 2008, dituding oleh CIA sebagai ajudan dekat Osama bin Laden, mendiang pendiri kelompok esktremis Al-Qaeda (yang dilarang di Russia), dan membantunya menghindari penangkapan.

Setelah berbulan-bulan diinterogasi dan diduga disiksa di penjara CIA, Rahim kemudian dipindahkan ke Guantanamo dan hingga kini masih masih menjadi tahanan pra-persidangan. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.