Doktor ITS Kembangkan Surface Defect Detection untuk Perkuat Quality Control

Jumat, 17 Apr 2026, 00:00 WIB

SURABAYA - Inovasi di bidang manufaktur kembali dihasilkan oleh lulusan program doktor Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui pengembangan Surface Defect Detection (SDD) berbasis Artificial Intelligence (AI). Melalui penelitian untuk disertasinya, Yustina Suhandini Tjahjaningsi mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dengan peran manusia dalam sistem pengendalian kualitas guna meningkatkan keandalan proses produksi.

Perempuan yang akrab disapa Dini ini menjelaskan bahwa sistem pengendalian kualitas di industri manufaktur masih banyak mengandalkan inspeksi manual. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan keterlambatan deteksi cacat serta inkonsistensi hasil pemeriksaan. Oleh karena itu, inovasi yang dikembangkan dirancang untuk menghadirkan proses inspeksi yang lebih cepat, akurat, dan adaptif. “Sistem ini memungkinkan identifikasi cacat produk secara lebih dini dan konsisten,” ujarnya.

Ket. Foto: Dini mengembangkan aplikasi SDD sebagai luaran utama penelitiannya. Sistem ini memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi cacat produk secara otomatis dan real-time, sehingga mampu meningkatkan efisiensi proses inspeksi — Sumber: Istimewa

Lebih lanjut, Dini mengembangkan aplikasi SDD sebagai luaran utama penelitiannya. Sistem ini memanfaatkan teknologi AI untuk mendeteksi cacat produk secara otomatis dan real-time, sehingga mampu meningkatkan efisiensi proses inspeksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada pengamatan manual. Selain itu, SDD juga dirancang untuk memberikan dukungan pengambilan keputusan bagi operator dalam menentukan tindakan perbaikan yang tepat.

Tak hanya berfokus pada proses deteksi, penelitian ini juga mengadopsi kerangka Zero Defect Manufacturing (ZDM) yang mencakup empat strategi utama, yakni detection, prediction, repair, dan prevention. Keempat strategi tersebut saling terintegrasi untuk memastikan kualitas produk sejak tahap awal proses produksi hingga evaluasi berkelanjutan. “Pendekatan ini tidak hanya menemukan cacat produk, tetapi juga memprediksi dan mencegah kemunculannya di masa mendatang,” imbuhnya.

Selain integrasi teknologi, Dini menerapkan pendekatan human-centric yang menempatkan manusia sebagai bagian integral dalam sistem, terutama dalam proses interpretasi hasil analisis dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, kolaborasi antara manusia dan teknologi dapat tercipta secara harmonis serta meningkatkan penerimaan sistem di lingkungan industri. “Keterlibatan manusia memastikan teknologi dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan,” paparnya.

Melalui inovasi tersebut, menurut Dini, SDD berpotensi diimplementasikan pada berbagai sektor industri manufaktur yang menuntut standar kualitas tinggi. Penerapan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi produksi, menekan biaya akibat produk cacat, serta memperkuat daya saing industri nasional. Selain itu, pendekatan yang diusung juga sejalan dengan transformasi menuju Industri 5.0 yang menekankan sinergi antara manusia dan teknologi.

Melalui penelitian ini, perempuan kelahiran Surabaya itu berharap inovasi yang dikembangkan dapat diimplementasikan secara luas di dunia industri guna menciptakan sistem produksi yang lebih andal dan berkelanjutan. “Harapannya, inovasi ini dapat menjadi solusi strategis dalam meningkatkan kualitas dan daya saing industri manufaktur,” tandasnya optimistis.

Inovasi tersebut menjadi bukti komitmen ITS dalam mendorong pengembangan solusi berbasis riset dan teknologi. Hal ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-12 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.