Real Madrid Kecam Kartu Merah “Tak Masuk Akal” Usai Tersingkir dari Bayern

Kamis, 16 Apr 2026, 09:11 WIB

MUNICH, JERMAN — Real Madrid melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit yang dinilai kontroversial, setelah kekalahan dari Bayern Munich mengakhiri langkah mereka di perempat final Liga Champions, Kamis (16/4) dini hari WIB.

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, menyebut kartu merah untuk Eduardo Camavinga sebagai keputusan yang “menghancurkan” jalannya pertandingan.

Ket. Foto: Pemain Real Madrid dan Bayern Munich berebut bola dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions, Kamis (16/4) dini hari WIB. — Sumber: AFP

Camavinga, yang masuk sebagai pemain pengganti, menerima dua kartu kuning dalam waktu singkat dan diusir keluar lapangan empat menit jelang laga usai. Saat itu, agregat masih imbang, namun Bayern memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk mencetak dua gol telat dan menang 4-3 pada leg kedua, sekaligus mengunci agregat 6-4.

Kartu kuning kedua untuk gelandang asal Prancis itu diberikan setelah ia dianggap mengulur waktu restart usai melakukan pelanggaran terhadap Harry Kane.

“Sulit dipercaya seorang pemain bisa diusir karena situasi seperti ini dalam pertandingan sebesar ini,” ujar Arbeloa kepada TNT Sports. “Kami sangat kecewa, marah, dan frustrasi. Ini terasa seperti laga penentu musim kami.”

Dalam wawancara dengan Movistar, Arbeloa bahkan menuding wasit tidak menyadari bahwa Camavinga sudah mengantongi satu kartu kuning sebelumnya.

“Saya rasa wasit bahkan tidak tahu dia sudah mendapat kartu. Itu sebabnya keputusan itu diambil. Tapi dia telah merusak pertandingan gugur yang sebenarnya sangat indah, berjalan dengan tempo tinggi, dan kualitas luar biasa. Di situlah pertandingan berakhir,” tegasnya.

Kekecewaan juga disuarakan para pemain. Gelandang Jude Bellingham menyebut keputusan tersebut sebagai “lelucon”, sementara bek Antonio Rudiger memilih menahan komentar. “Kalian lihat sendiri situasinya, lebih baik saya tidak berbicara,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, kubu Bayern memiliki pandangan berbeda. Penyerang Luis Diaz, yang mencetak gol penentu keunggulan agregat, membela keputusan wasit. Menurutnya, Camavinga memang menghambat upaya tuan rumah untuk melancarkan serangan cepat.

“Saya rasa wasit benar mengusirnya. Kami ingin mengambil tendangan bebas dengan cepat, tapi dia tidak melepas bola,” kata Diaz.

Kemenangan ini membawa Bayern melaju ke semifinal untuk menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain.

Sementara itu, kekalahan ini membuat Real Madrid terancam menutup musim tanpa trofi besar untuk dua musim beruntun. Di kompetisi domestik La Liga, tim asuhan Arbeloa tertinggal sembilan poin dari pemuncak klasemen Barcelona dengan tujuh laga tersisa, situasi yang semakin menekan ambisi mereka di akhir musim.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.