Program Bantuan Ternak Digenjot, Pemkab Lebak Kejar Mimpi Swasembada Daging Domba
Kamis, 16 Apr 2026, 17:30 WIBLEBAK â Penyaluran bantuan ternak merupakan intervensi ekonomi berbasis aset produktif yang bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga, khususnya di wilayah perdesaan.
Berbeda dengan bantuan konsumtif, ternak memiliki potensi berkembang biak sehingga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) dalam jangka menengah.
Jika dikelola dengan baik, program ini tidak hanya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga, tetapi juga mendorong terbentuknya klaster peternakan lokal yang berkelanjutan.
Namun, efektivitas penyaluran sangat bergantung pada ketepatan sasaran dan kesiapan penerima. Tanpa pendampingan teknisâseperti manajemen pakan, kesehatan hewan, dan akses pasarâbantuan berisiko tidak produktif bahkan mengalami penurunan nilai.
Selain itu, aspek kelembagaan seperti kelompok ternak dan koperasi menjadi krusial untuk memastikan distribusi manfaat yang merata serta memperkuat posisi tawar peternak.
Karena itu, penyaluran bantuan ternak perlu dipandang sebagai bagian dari ekosistem pembangunan peternakan, bukan sekadar program distribusi.
Integrasi dengan pelatihan, pembiayaan, dan jaringan pemasaran menjadi kunci agar bantuan tersebut benar-benar bertransformasi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Lebak menargetkan swasembada daging domba melalui penyaluran bantuan ternak agar populasi ternak tersebut berkembangbiak.
Kepala Disnakeswan Kabupaten Lebak Febby Hardian Kurniawan dalam keterangan di Lebak, Kamis (16/4), mengatakan pemerintah daerah setiap tahun menyalurkan bantuan ternak domba agar populasinya meningkat.
Dalam tahun ini, kata dia, penyaluran bantuan domba Garut sebanyak 766 ekor untuk 46 kelompok usaha peternakan dan mereka per kelompok masing-masing menerima sebanyak tujuh ekor betina dan satu ekor jantan dengan anggota berkisar 10 sampai 15 orang.
Populasi domba di Kabupaten Lebak sampai Maret 2026 sebanyak 62.482 ekor dan kambing 44.049 ekor.
"Kita berharap adanya bantuan ternak itu dipastikan mengalami peningkatan dan bisa terwujud program swasembada daging domba," katanya menjelaskan.
Menurut dia, saat ini, harga domba Garut di pasaran berkisar Rp2,5 juta sampai Rp7 juta per ekor, sehingga dipastikan dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pihaknya menargetkan Kabupaten Lebak menjadi daerah swasembada daging domba, sehingga memenuhi ketersediaan permintaan konsumen.
Selama ini, kebutuhan domba masih didatangkan dari Cianjur dan Garut, Jawa Barat, terutama untuk memenuhi kebutuhan pada Hari Raya Kurban Idul Adha.
Sementara itu, Ujang, seorang peternak domba warga Cibadak mengatakan, pihaknya merasa bersyukur adanya bantuan program domba Garut dari pemerintah daerah guna meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.
Penyaluran bantuan domba itu dipastikan setiap setahun jumlahnya terus bertambah.
"Kami sekarang memiliki 10 ekor domba dan jika menerima bantuan tiga ekor dipastikan bisa menambah populasi berkisar antara dua sampai tiga ekor per tahun," katanya.
- Kabupaten Lebak
- Domba
- swasembada daging
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PLN Rampungkan Proyek Elektrifikasi Jalur Kereta di Malaysia Lebih Cepat
-
Pasar Murah Lebak Diserbu Warga, Harga Beras hingga Minyak Goreng Lebih Murah
-
Darurat Kesehatan Jiwa, DPD RI Tekankan Pemerataan Layanan di Seluruh Daerah
-
Diskon Gila-gilaan 30 Persen, Pemudik Langsung Serbu Tol Cikampek, 60 Ribu Kendaraan Meluncur ke Jawa
-
Parade Budaya Bhakti Pertiwi Widyalaya
-
Italia Tarik Pasukan Perdamaian dari Timur Tengah
-
Holiday Inn Express Jakarta Menteng: Nama Baru dan Strategi Rebranding IHG Hotels & Resorts
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.