Kemnaker Gandeng TikTok untuk Tingkatkan SDM secara Digital
Kamis, 16 Apr 2026, 18:43 WIBJAKARTA â Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng TikTok Indonesia dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan SDM ditujukan terkhusus dalam sektor ekonomi digital melalui program âBelajar dan Implementasi Skill Adaptifâ (BISA).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah. Khususnya, dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks di masa depan.
âKami sadar tantangan ke depan semakin sulit. Sementara pemerintah hanya satu bagian dari ekosistem ketenagakerjaan yang besar,â ujarnya Yassierli dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (15/4).
Yassierli menegaskan, pemerintah memiliki kewajiban untuk memastikan setiap warga negara mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak. Namun, hal itu memerlukan waktu serta dukungan dari berbagai pihak.
âKami membuka kerja sama dengan semua pihak. Selama memberikan kemanfaatan bagi masyarakat dan sesuai dengan aturan yang berlaku,â kata dia.
Menurut Yassierli, sektor ekonomi digital menjadi salah satu peluang besar yang harus dimanfaatkan. Ia menyebut nilai ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati 100 miliar dollar AS pada 2025, terbesar di Asia tenggara.
âSektor e-commerce dan content-driven commerce menjadi kompetensi yang harus dikuasai oleh anak bangsa. Sebagai bagian penting dalam ekonomi digital,â ujar dia.
Sementara itu, Dirjen Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmansyah, menjelaskan kerja sama ini mencakup berbagai aspek. "Kerja sama meliputi penyusunan analisis kebutuhan pelatihan, pengembangan kurikulum, penyediaan sarana prasarana, peningkatan kapasitas instruktur, penyediaan tenaga ahli,â ujar dia.
Program pelatihan BISA yang diluncurkan merupakan implementasi awal dari kerja sama tersebut. Pelatihan ini dilaksanakan secara hybrid dan diikuti lebih dari seribu peserta dari berbagai kalangan.
Termasuk instruktur pemerintah, swasta, serta masyarakat umum. Materi pelatihan mencakup pengembangan keterampilan di bidang live streaming, content commerce yang dinilai relevan dengan kebutuhan industri digital.
Perwakilan TikTok Indonesia, Hilmi Andrianto, menyampaikan bahwa platform digital dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk menciptakan peluang ekonomi. Ia mencontohkan kisah seorang ibu rumah tangga yang berhasil membangun usaha mandiri melalui aktivitas siaran langsung di TikTok.
âIni menunjukkan bahwa di era digital, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang. Tetapi juga kemampuan memanfaatkan peluang yang ada,â kata Hilmi.
Melalui kolaborasi ini, Kemnaker berharap semakin banyak tenaga kerja yang memiliki keterampilan dan mampu bersaing di pasar kerja global. Khususnya dalam sektor ekonomi digital yang terus berkembang. ils/I-1
Berita Terkait:
-
AS tuduh Russia dan Tiongkok Lindungi Iran di DK PBB
-
Reda Manthovani Apresiasi Kontingen Indonesia yang Lampaui Target di ASEAN Para Games 2025
-
Dishub Depok Umumkan Layanan Teman Bus Gratis Sampai April 2026, Cek Rinciannya di Sini
-
Kementerian PU Buka Pendaftaran Program Padat Karya, Dody Hanggodo: Pekerjaan di Daerah Bencana Wajib Libatkan Warga
-
Pemkot: Taman Alun-Alun Bandung Lebih Sejuk dan Nyaman Pasca Revitalisasi
-
Tokopedia dan TikTok Shop Gandeng Kemendag Latih Perempuan Pelaku Usaha di Hari Kartini
-
Prabowo Bentuk Satgas Transisi Energi, Target Konversi Motor Listrik 3–4 Tahun
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.