BRIN Kembangkan Teknologi Pemurnian Minyak Atsiri untuk Tingkatkan Daya Saing di Pasar Global

Kamis, 16 Apr 2026, 17:55 WIB

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi pemurnian minyak atsiri guna menghasilkan bahan baku kosmetik dan farmasi berkualitas tinggi.

Dalam keterangan di Jakarta, Kamis (16/4), Peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN Egi Agustian menjelaskan pihaknya memanfaatkan sejumlah teknologi mutakhir, seperti distilasi fraksinasi vakum, ekstraksi CO₂ superkritik, distilasi molekuler, hingga teknologi berbasis ultrasonik.

Ket. Foto: Hasil saringan minyak yang diproses melalui teknologi pemurnian minyak atsiri yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). — Sumber: ANTARA/HO-BRIN

"Pendekatan ini memungkinkan pemisahan senyawa aktif secara lebih spesifik sehingga menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi, stabil, dan sesuai kebutuhan industri," katanya.

Egi memaparkan salah satu hasil riset yang telah dicapai adalah pemurnian minyak serai wangi menjadi senyawa sitronelal dengan tingkat kemurnian di atas 90 persen.

Senyawa tersebut kemudian dapat diolah lebih lanjut menjadi isopulegol yang memiliki nilai tambah lebih tinggi serta karakter aroma yang lebih halus.

"Selain menghasilkan senyawa murni, tim riset BRIN juga mengembangkan berbagai produk formulasi berbasis turunan minyak atsiri, seperti parfum padat (solid perfume), masker, losion, hingga cairan pembersih tangan (hand sanitizer)," ujarnya.

Menurut Egi, riset tentang pengolahan minyak atsiri menjadi penting, sebab Indonesia merupakan salah satu produsen sekaligus eksportir minyak atsiri terbesar di dunia, dengan sekitar 40 jenis produk telah menembus pasar global.

Namun demikian, sebagian besar komoditas tersebut masih diekspor dalam bentuk mentah (crude). Sementara itu, produk turunannya justru diimpor kembali sebagai bahan baku industri kosmetik dan farmasi dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

"Nilai minyak atsiri bisa meningkat hingga sepuluh kali lipat jika diolah dari bentuk crude menjadi bahan baku kosmetik dengan kemurnian tinggi," katanya.

Egi mencontohkan minyak nilam asal Sumatera yang berpotensi memiliki nilai jual lebih tinggi apabila kadar patchouli alcohol ditingkatkan dan kandungan logam diminimalkan.

Potensi serupa juga terdapat pada minyak serai wangi dari Jawa serta minyak pala dari Ambon yang dapat diolah menjadi senyawa turunan bernilai tinggi. Oleh karena itu, ia berharap teknologi pemurnian minyak atsiri dapat segera diadopsi dalam skala industri.

"Penerapan teknologi tersebut tidak hanya meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi Indonesia," katanya. Ant

  • BRIN

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

Film "The Odyssey" Laris di Korea Selatan, Lampaui 6 Juta Penonton

Balas Trump, Iran Peringatkan Negara yang Gabung dengan Sanksi AS Dianggap 'Musuh'

BMKG Prakirakan Sebagian Besar Wilayah RI Diprakirakan Cerah Berawan pada Minggu

Shopee Gandakan Donasi, Perkuat Gotong Royong Digital untuk Pemulihan Paska Gempa NTT

PT KAI Menilai Sejumlah Kegiatan di Purwokerto Tingkatkan Mobilitas Masyarakat

Lampaui Target Nasional, Banten Jadi Contoh CKG-TBC

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.