Penyaluran Air Bersih untuk Desa Terdampak Kekeringan di Sumenep
Senin, 05 Okt 2026, 23:17 WIBSumenep - Kodim 0827 Sumenep, Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih ke desa terdampak kekeringan guna meringankan beban warga yang kesulitan mendapatkan air di musim kemarau saat ini.
"Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan bakti sosial berupa pendistribusian bantuan air bersih ini juga merupakan rangkaian dari kegiatan memperingati HUT TNI," kata Dandim 0826 Sumenep Letkol Inf Citra Persada, Senin.
Desa yang menjadi sasaran bantuan yang bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumenep itu, adalah Desa Langsar, Kecamatan Saronggi.
Sebanyak 5 ribu liter air disalurkan ke desa yang terdata mengalami kekeringan kritis sejak tiga bulan lalu tersebut.
Menurut Dandim, penyaluran bantuan air bersih menggunakan tangki itu merupakan salah satu upaya yang dilakukan institusinya untuk membantu mengatasi kekeringan.
"Upaya lain yang juga telah kami lakukan adalah membantu melakukan pengeboran sumber air dalam bentuk kegiatan bhakti TNI," katanya.
Ia menuturkan, hingga 4 Oktober 2026, TNI telah melakukan pengeboran di 10 titik di daratan dan kepulauan dan sejumlah lembaga pondok pesantren yang ada di wilayah itu.
"Saat ini, desa-desa yang menjadi sasaran program tersebut telah menikmati hasil, dan tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka," katanya.
Bantuan air bersih di Desa Langsar itu, disambut gembira warga setempat.
Bagi warga, bantuan air bersih tersebut cukup berarti. Sebab, selama kemarau mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Salah seorang warga Desa Langsar, Masdarun, mengatakan kekeringan telah berlangsung sekitar tiga bulan. Untuk mendapatkan air bersih, dirinya harus membeli air menggunakan kendaraan pikap dengan biaya sekitar Rp80 ribu.
"Kalau musim kemarau kami beli air pakai pikap. Kurang lebih 2,5 kubik, dipakai selama satu minggu. Bahkan kadang belum sampai satu minggu sudah habis,â kata Masdarun.
Ia menuturkan, air yang dibeli tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari minum, memasak, mandi hingga memenuhi kebutuhan ternak.
âTerima kasih banyak atas bantuan air yang diberikan Kodim Sumenep kepada kami, semoga berkah," ucap Masdarun.
Sementara itu, menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, jumlah desa terdampak kekeringan di kabupaten paling timur di Pulau Madura itu sebanyak 62 desa, tersebar di 19 kecamatan dari total 27 kecamatan yang ada di wilayah itu. Perinciannya, sebanyak 34 desa berada di wilayah daratan dan 28 desa lainnya berada di wilayah kepulauan.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
BPBD Pastikan Api Padam Total, Karhutla di OKU Selatan Berhasil Dipadamkan.
-
Kemdiktisaintek dan Kemendes PDT Jajaki Kolaborasi Riset untuk Kembangkan Potensi Desa.
-
Bantuan Air Bersih untuk Daerah Terdampak Kekeringan
-
Baznas Salurkan 250 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga di Trenggalek
-
Bengkulu Kejar Program Imunisasi Sekolah, Targetkan Ribuan Pelajar Dapat Perlindungan Penuh
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.