Masyarakat Adat Wehea Secara Intensif Menjaga Hutan Selama Kemarau Panjang
Senin, 05 Okt 2026, 22:57 WIBSangatta - Kelompok masyarakat adat Wehea di Kecamatan Muara Wahau Kabupaten Kutai Timur intensif menjaga kawasan hutan lindung selama kemarau panjang dengan mengandalkan pengawasan dari kelompok penjaga hutan bernama Petkuq Mehuey.
âPenjagaan dilakukan secara intensif dengan menempatkan personel untuk berjaga langsung di dalam kawasan hutan selama satu bulan penuh,â ucap Ketua Perkuq Mehuey, Yuliana Wetuq, di Sangatta, Senin.
Ia menyampaikan penjagaan ketat di Hutan Lindung Wehea tersebut untuk mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat seiring kondisi cuaca kering dan minim curah hujan.
Hutan Lindung Wehea yang memiliki luas 38.000 hektare dipantau secara rutin oleh enam anggota penjaga hutan atau Petkuq Mehuey. Personel berjaga di dalam hutan untuk mendeteksi sedini mungkin potensi titik api maupun aktivitas yang dapat memicu kebakaran.
Intensitas pengawasan menjadi penting mengingat hutan lindung wehea merupakan salah satu kawasan hutan yang memiliki nilai ekologis penting di Kutai Timur.Â
âPerlindungan kawasan tidak hanya berkaitan dengan kelestarian tutupan hutan, tetapi juga menjaga habitat satwa serta sumber kehidupan masyarakat di sekitarnya,â ujarnya.
Dia mengungkapkan penjagaan yang dilakukan selama satu bulan penuh tersebut turut membuahkan hasil. Hingga masa kemarau panjang berlangsung, kawasan tersebut tetap terjaga dan tidak terdampak karhutla sama sekali.
Yuliana memastikan pengawasan terus dilakukan walau kondisi cuaca di wilayah sana sudah cukup membaik.
Upaya tersebut menjadi bagian dari perlindungan kawasan secara langsung dengan mengandalkan kesiapsiagaan masyarakat yang berada di sekitar dan di dalam kawasan hutan.
Petugas Petkuq Mehuey juga menyisir pinggiran batasan hutan untuk menjaga adanya titik api atau karhutla yang berasal dari luar kawasan hutan lindung Wehea.
âSudah beberapa kali hujan deras di sini. Tapi kami tetap mengantisipasi adanya hal-hal yang tidak diinginkan,â katanya.
- kemarau panjang
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
PBNU Matangkan Persiapan Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026
-
Aksi Begal Terekam CCTV di Tebet! Polisi Bergerak Cepat Ungkap Pelakunya
-
Bupati Puji Respons Cepat Pihak BUMN dalam Penanganan Banjir Aceh Tamiang
-
Puncak musim kemarau di Kota Bandung
-
Raih Opini WTP ke-13 Kali dari BPK RI, Polri Buktikan Transparansi Pengelolaan Anggaran
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.