- Home
-
- Luar Negeri
-
- Dilema Filipina: Antara Ke...
Dilema Filipina: Antara Kebutuhan Energi dan Sanksi Barat terhadap Russia
Rabu, 15 Apr 2026, 14:38 WIBISTANBUL - Filipina sedang menunggu tanggapan dari AS untuk membeli minyak lebih banyak lagi dari Russia, kata Menteri Energi Sharon Garin kepada wartawan di Manila, Selasa (14/4).
âKami telah berkomunikasi dengan Departemen Luar Negeri (AS) untuk mendapatkan kesempatan lagi atau perpanjangan pencabutan embargo,â kata Garin.
Ia mengatakan Filipina sangat optimistis akan permintaan yang telah secara resmi diajukan ke Washington, sebagai upaya menangani darurat energi di negara Asia Tenggara itu.
Di tengah perang dengan Iran, AS telah memberikan pengecualian 30 hari untuk pembelian minyak Rusia secara internasional, yang dikenai sanksi oleh Washington dan sekutunya di Barat karena perang di Ukraina.
Filipina adalah negara pertama di dunia yang memberlakukan keadaan darurat energi untuk mengatasi kekurangan minyak akibat perang AS dan Israel melawan Iran.
Pada Maret, Filipina membeli total 2,48 juta barel minyak mentah Russia.
Negara Asia Tenggara ini mengimpor 90 persen minyaknya dari Timur Tengah dan membayar 16 miliar dolar AS (Rp274,03 triliun) untuk minyak pada 2024. Ant/Anadolu
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Mari Menciptakan Sekolah yang Nyaman bagi Murid
-
Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"
-
Ipang Lazuardi Rilis OST Resmi Film “Operasi Pesta Copet”
-
Aktor Ge Pamungkas Ungkap Pengalaman Bintangi “Autopsy: Dead Body Can Talk”, Ada Tantangan Tak Terduga!
-
Turki Beberkan Alasan Pipa Suriah Tak Bisa Saingi Selat Hormuz
-
Kenapa Penyelundupan Emas Meningkat? Menkeu Soroti Kebijakan Bea Keluar untuk Ekspor
-
Untuk Hadapi Iran Jerman Kirim INS Drakon, Kapal Selam Tercanggih dan Termahal yang Pernah Dibuat untuk Angkatan Laut Israel
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.