Peter Magyar Terpilih Jadi PM Hungaria

Selasa, 14 Apr 2026, 04:12 WIB

BUDAPEST — Ucapan selamat mengalir dari seluruh Eropa pada Senin (13/4) untuk pendatang baru politik Hungaria, Peter Magyar, yang mengalahkan politisi nasionalis Viktor Orban dalam pemilihan yang dipandang sebagai pukulan bagi populisme sayap kanan di seluruh dunia.

Orban yang mendeskripsikan dirinya sebagai duri di pihak UE dan pembela demokrasi iliberal (membatasi kebebasan sipil dan hak-hak dasar individu), kalah dalam pemilu yang digelar Minggu (12/4) setelah 16 tahun berkuasa, meskipun ada dukungan kuat dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Vladimir Putin dari Russia, karena rakyat Hungaria muak dengan korupsi sehingga semua itu memberi Magyar kemenangan yang menentukan.

Ket. Foto: Peter Magyar — Sumber: Attila KISBENEDEK / AFP

Partai Magyar, Tisza, memenangkan mayoritas suara dalam pemilihan parlemen, yang menarik rekor jumlah pemilih dan menggiring puluhan ribu pendukungnya yang gembira ke jalan-jalan utama di Ibu Kota Budapest untuk merayakan kemenangan tersebut.

Para pemimpin di seluruh UE menyambut baik kemenangan Magyar, termasuk Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang memuji kemenangan atas nilai-nilai Uni Eropa, dan Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang menyebut kemenangan itu sebagai kekalahan berat bagi populisme sayap kanan.

“Saya merasa fantastis!” ucap Zoltan Sziromi, seorang siswa berusia 20 tahun yang merayakan Magyar kepada AFP. “Kami akhirnya menyingkirkan sistem itu dan memang sudah waktunya (digantikan),” imbuh dia.

Magyar, yang tiba sambil mengibarkan bendera nasional mengatakan kepada kerumunan yang bersorak-sorai bahwa para pemilih telah membebaskan Hungaria, menyebut kemenangan partainya sebagai keajaiban di negara Eropa tengah berpenduduk 9,5 juta orang itu.

“Hari ini, rakyat Hungaria telah mengatakan ‘ya’ kepada Eropa,” kata Magyar, 45 tahun, kepada para pendukungnya.

Magyar pun berjanji untuk segera memulihkan sistem checks and balances, menjamin berfungsinya demokrasi di negaranya serta menempatkan Hungaria kembali ke jalurnya. Menyadari bahwa ini adalah tugas yang sangat besar, Magyar pun menyerukan persatuan, dengan mengatakan bahwa kemenangan tersebut adalah milik seluruh rakyat Hungaria.

Setelah 98,94 persen suara di masing-masing daerah dihitung, Tisza memperoleh dua pertiga mayoritas, dengan 138 kursi di parlemen dengan 199 kursi dengan 53,07 persen suara, menurut hasil resmi pemilu. Sementara partai Orban, Fidesz, hanya berhasil mengantongi 55 kursi dengan 38,4 persen suara.

Setelah hasil hitung cepat diumumkan pada Minggu , Orban, 62 tahun, mengakui kekalahannya. “Bagi kami, hal itu menyakitkan namun tidak ambigu,” kata Orban kepada wartawan.

Orban, yang berupaya mempertahankan masa jabatan kelima berturut-turut, telah mengubah negaranya menjadi model demokrasi iliberal, bentrok dengan UE mengenai masalah supremasi hukum serta dukungan terhadap Ukraina yang dilanda perang. AFP/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.