Pemprov Jawa Barat Luncurkan Aplikasi “Imah Aing”, Pengajuan Bantuan Rumah Kini Lebih Cepat

Selasa, 14 Apr 2026, 04:05 WIB

Bandung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat menyiapkan aplikasi “Imah Aing” untuk mempercepat penanganan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui sistem pengajuan bantuan yang lebih cepat dan transparan.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi di Bandung, Senin (13/4), mengatakan digitalisasi pengajuan bantuan diperlukan untuk memangkas birokrasi dan meningkatkan transparansi dalam penanganan rumah tidak layak huni (rutilahu).

Ket. Foto: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), saat mendampingi Menteri Maruarar Sirait di Katapang, Bandung, Jawa Barat, pada Senin (13/4). — Sumber: Antara

“Melalui digitalisasi aplikasi ini, masyarakat bisa langsung mengajukan usulan perumahan dengan birokrasi lebih mudah sehingga penanganan lebih cepat dan terprogram,” katanya.

Ia menambahkan bahwa penyaluran bantuan perumahan di Jawa Barat juga dilakukan melalui jalur aspirasi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah.

Pada kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi langkah Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang aktif menyosialisasikan program subsidi perumahan di wilayahnya.

Menurut dia, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif menjadi kunci dalam menangani persoalan rutilahu di Jawa Barat.

Selain digitalisasi, Pemprov Jabar mendorong pembangunan hunian vertikal sebagai solusi atas keterbatasan lahan.

Dedi meminta pemerintah daerah segera menyiapkan regulasi yang mewajibkan setiap pengelola kawasan industri menyediakan apartemen bagi pekerja.

“Kita tidak bisa lagi mengandalkan permukiman horizontal karena lahan semakin terbatas. Kawasan industri harus menyediakan hunian bagi karyawannya,” ujarnya.

Ia menyebut pengembangan hunian vertikal saat ini telah dimulai di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Depok, dan Bogor, serta akan diperluas ke kawasan Bandung.

Menurut Dedi, kebijakan tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi kemacetan serta menjaga stabilitas sosial di sekitar kawasan industri.

“Dengan sistem satu kompleks, efisiensi tercapai dan tatanan budaya lokal tetap terjaga,” tutupnya.

  • Pemprov Jawa Barat

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

Kerugian Besar Bangsa, Rumah Adat Sade Terbakar

Malang Resmi Jadi Kota Kreatif! Menteri Ekraf Beri Syarat Penting: Wajib Buka Lapangan Kerja

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.