- Home
-
- Megapolitan
-
- Kota Tua Jakarta Bakal Sai...
Kota Tua Jakarta Bakal Saingi Eropa Memiliki Trem
Selasa, 14 Apr 2026, 14:38 WIBJAKARTA â Ke depan, naik trem tidak usah di Eropa karena Kota Tua Jakarta bakal memilikinya. Gubernur Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan rencana pembangunan trem di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, masih dalam tahap kajian. "Untuk trem Kota Tua, apa yang disampaikan Pak Wakil Gubernur tentunya perlu dikaji lebih dalam," kata Pramono di Jakarta Timur, Selasa.
Pramono menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta masih memprioritaskan penyelesaian proyek MRT Lebak Bulus-Kota yang ditargetkan rampung pada awal 2029. Ia optimistis keberadaan transportasi terintegrasi akan menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut.
âKarena kalau itu sudah dilakukan nanti KRL-nya jalan, MRT-nya jalan, TransJabodetabek atau TransJakarta-nya jalan ke Kota Tua, saya yakin Kota Tua akan menjadi tempat baru yang akan dikunjungi warga masyarakat," papar Pramono. Selain MRT, Pemprov DKI juga berencana mengembangkan rute bus TransJakarta yang menghubungkan Kota Tua dengan wilayah di luar Jakarta.
Integrasi transportasi ini dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan daya tarik kawasan tersebut. Pramono menegaskan dengan transportasi yang mudah dijangkau, Kota Tua mampu menjadi destinasi wisata unggulan.
"Terutama memang Kota Tua kita siapkan untuk menarik tourism," kata Pramono. Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengungkapkan rencana pembangunan trem sebagai bagian dari revitalisasi besar kawasan Kota Tua.
Trem tersebut dirancang tidak hanya sebagai ikon, tetapi juga solusi transportasi ramah lingkungan di kawasan heritage. Rano mengatakan konsep trem sudah masuk dalam pembahasan tim revitalisasi, terutama untuk mendukung Kota Tua sebagai kawasan rendah emisi. "Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano.
Aturan Penamaan Halte
Masalah lain yang disinggung Pramono aturan lebih rinci terkait hak penamaan atau naming rights di halte hingga stasiun di ibu kota. âNaming rights ini tentunya nanti akan kita buat aturan yang lebih rinci dan detail,â kata Pramono saat dijumpai di Jakarta Timur, Selasa.
Menurut Pramono, sebagai kota modern, Jakarta harus membuka diri terhadap berbagai hal. Kendati demikian, ia juga berkomitmen untuk tetap menjaga kenyamanan dan keindahan ibu kota. Untuk itu, ia akan menyusun aturan yang lebih rinci.
âTentunya naming rights yang akan diberikan tidak boleh juga mengganggu keindahan kota, dan nanti akan kami atur untuk itu,â jelas Pramono.
Sebelumnya, Pramono membuka peluang bagi siapa saja, termasuk parpol, untuk mensponsori nama halte dan stasiun. Skema ini diharapkan bisa menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Skema itu disebut sebagai upaya menambah pendapatan daerah melalui komersialisasi nama fasilitas publik. Kendati demikian, gagasan tersebut viral di media sosial. Di beberapa unggahan terkait hal tersebut, banyak warganet yang berkomentar bahwa hal tersebut dapat mengganggu estetika. Bahkan salah satu selebriti Zaskia Adya Mecca juga turut berkomentar di unggahan @jktcreativemedia.
- Trem
- Kawasan Kota Tua
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Tambah Sekolah Swasta Gratis, Total Jadi 100 Sekolah di 2026
-
Antisipasi Banjir Susulan, Pemkot Tangerang Pasang Kisdam di Tanggul Jebol
-
PKL di Kota Tua Jakarta
-
AS Kumpulkan Informasi soal Instalasi Militer di Greenland
-
13 Koperasi Merah Putih di Kota Bengkulu Maret 2026 Mulai Beroperasi
-
Halal Bihalal Jakarta 2026
-
Rekayasa Lalu Lintas Kota Tua Dimulai Akhir Januari, 110 Personel Dishub Disiagakan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.