• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • War Tiket Haji, Bagaimana ...

War Tiket Haji, Bagaimana Menghindari Ketidaktransparanan

Senin, 13 Apr 2026, 13:31 WIB

JAKARTA – Penjualan tiket acara konser saja banyak terjadi penipuan, calo, dan tidak transparan. Lalu bagaimana dengan berburu tiket haji? Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menilai wacana penerapan mekanisme war ticket haji merupakan bagian dari upaya mencari solusi atas panjangnya antrean haji di Indonesia, namun perlu dikaji secara komprehensif. 

“Pada prinsipnya kami selalu mendukung setiap ikhtiar dan program positif pemerintah. Namun demikian setiap kebijakan publik, apalagi yang menyangkut ibadah dan jutaan masyarakat, perlu dikaji secara mendalam agar tetap sejalan dengan prinsip keadilan, kepastian hukum, dan kemaslahatan umat,” ujar Sekjen AMPHURI Zaky Zakaria di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: antrean haji — Sumber: ist

Zaky mengatakan gagasan war ticket haji dapat dipandang sebagai bentuk ijtihad kebijakan dalam pengelolaan haji yang kompleks. Namun demikian implementasinya harus mengacu pada amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 yang menekankan pelayanan yang adil, tertib, dan berkeadaban.

Ia menjelaskan konsep war ticket haji secara umum mengarah pada mekanisme dimana pemerintah menetapkan program dan harga paket, kemudian jamaah yang memenuhi syarat dapat langsung mengikuti seleksi berbasis “siapa cepat, dia dapat” atau skema kompetitif. Meski begitu detail teknis kebijakan tersebut dinilai masih belum jelas.

Zaky juga meluruskan anggapan bahwa antrean panjang haji disebabkan oleh keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Ia menegaskan antrean sudah terjadi jauh sebelum lembaga tersebut beroperasi.

Menurutnya, antrean panjang sudah muncul sejak 2009–2013, bahkan sistem setoran awal pendaftaran sudah dimulai sejak 1999. Sementara BPKH baru efektif berjalan pada 2017 berdasarkan Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji. “Artinya, antrean bukan disebabkan oleh BPKH, melainkan oleh faktor struktural,” kata Zaky.

Ia menilai akar persoalan antrean haji bersifat struktural, antara lain keterbatasan kuota berdasarkan kebijakan global, pertumbuhan populasi Muslim yang tidak sebanding dengan kuota, meningkatnya minat berhaji, serta naiknya daya beli masyarakat.

AMPHURI memberikan catatan kritis terkait war ticket haji, terutama potensi hilangnya rasa keadilan bagi jutaan calon peserta haji yang telah menunggu puluhan tahun. Selain itu skema tersebut dinilai berpotensi menyulitkan masyarakat kurang mampu dan memicu gejolak sosial.

Dari sisi keuangan, perubahan sistem juga akan berdampak pada dana kelolaan haji yang saat ini mencapai sekitar Rp170 triliun di BPKH, sehingga perlu kejelasan mekanisme jika antrean dihapus.

Sebagai solusi, AMPHURI mengusulkan beberapa alternatif, seperti pemanfaatan sisa kuota tahunan sebagai proyek percontohan, penggunaan kuota tambahan, serta penerapan sistem ganda antara haji reguler berbasis antrean dan program non-antrean berbasis kemampuan.

“Wacana war ticket haji adalah gagasan yang patut diapresiasi sebagai bagian dari upaya mencari solusi. Namun implementasinya harus dilakukan secara hati-hati, berbasis data, perlu ada penyesuaian Undang-Undang Haji, serta tidak mengabaikan prinsip keadilan dan keberlanjutan sistem,” kata dia.

  • war tiket haji

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

NTT Kembali Diguncang Gempa M 5,7 pada Rabu Malam, Ini Informasinya

Karya Modifikator Indonesia Bakal Ditampilkan di SEMA Show 2026 Las Vegas

Gila! Pegolf Maroko Laguirati Pecahkan Rekor Lapangan di Indonesia Pro-Am 2026

BMKG Prakirakan Cuaca di Mayoritas Kota Besar pada Kamis (20/8), Berawan

5 Dialek Sunda, dari Priangan hingga Betawi Menggema saat Pembacaan Sejarah HUT Jawa Barat ke-81

Tijjani Reijnders Gabung Klub Arab Saudi, Al Qadsiah

Keren Bikin Bangga! Karya Modifikator Indonesia Bakal Mejeng di SEMA Show 2026

Industri Modifikasi Otomotif Jadi Ladang Ekraf Baru, Menekraf Dorong Jadi Nilai Tambah Ekonomi Nasional

Sampah Plastik Jadi Cuan! Pemkot Bima Kembangkan Nilai Ekonomi Lewat Gerakan Ini

Sembilan Perempuan Disandera di Jila, Mimika oleh KKB

Film Jason Statham ‘Mutiny’ Sempat Bocor di Amazon Prime Sebelum Tayang di Bioskop

Layanan Rail Library KAI untuk Meningkatkan Minat Baca dan Pengetahuan Masyarakat

Petugas Upacara HUT Ke-81 RI Diundang Presiden Prabowo ke Hambalang

Kejutan untuk Petugas Upacara HUT Ke-81 RI! Prabowo Undang Mereka ke Hambalang

Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Guru PPPK Jadi PNS

KPK Usut Izin WNA, Dugaan Korupsi BPJS TKA Ikut Terungkap

Nasib Guru PPPK Terjawab! Pemkot Cilegon Dukung Pengangkatan Jadi PNS

Kabar Gembira! 25 Kreator Lokal Aceh Ketiban Berkah, Kemenkum Berikan Hak Cipta Gratis

Terobosan Baru Kemenhub! BRT Mebidang Didorong Jadi Solusi Transportasi Perkotaan

KPK Periksa WNA soal Dugaan Pemerasan Izin Tinggal, Penyidikan Kasus Rp145,5 Miliar Masuk Babak Akhir

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.