Bogor Ingin Solusi “Permanen” Persampahan

Senin, 13 Apr 2026, 01:35 WIB

BOGOR – Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) secara regional diharapkan benar-benar dapat menjadi solusi berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah lintas wilayah. “Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang mendorong percepatan pembangunan PSEL, di tengah kondisi darurat sampah di sejumlah daerah,” tutur Wali Kota Bogor Dedie A Rachim di Kota Bogor.

Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang didorong untuk mengembangkan PSEL sebagai sumber energi alternatif berbasis sampah, dengan pendekatan kerja sama regional bersama daerah sekitar. Dedie Rachim menyatakan kesiapan Kota Bogor dalam mendukung program tersebut. Dia juga mendorong penyelesaian persoalan sampah secara terintegrasi di wilayah Bogor Raya hingga kawasan aglomerasi Bandung Raya.

Ket. Foto: Wali Kota Bogor Dedie A Rachim bersama Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. — Sumber: ANTARA/HO-Pemkot Bogor

“Program ini menjadi peluang besar untuk menyelesaikan persoalan sampah bersama-sama, tidak hanya di Kota Bogor, tetapi juga di wilayah Bogor Raya dan aglomerasi. Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya. Pemkot Bogor mengusulkan pembangunan fasilitas PSEL di kawasan Kayumanis yang direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Dari pengolahan tersebut, fasilitas PSEL diproyeksikan dapat menghasilkan energi listrik sebesar 10 hingga 15 megawatt sebagai sumber energi alternatif. Melalui pengembangan PSEL, penanganan sampah diharapkan tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Pemkot Bogor juga menegaskan komitmennya untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah sekitar, serta pihak terkait lainnya dalam mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq sebelumnya menyampaikan timbulan sampah di wilayah Jabodetabek mencapai sekitar 15.000 ton per hari. Sedangkan Bandung Raya sekitar 5.000 ton per hari.

Menindaklanjuti hal tersebut, Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menyambut baik peluang yang diberikan melalui Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan PSEL. Menurutnya, kebijakan tersebut membuka ruang kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk menghadirkan solusi konkret terhadap persoalan sampah.

Kerja Bakti

Sementara itu, Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, memimpin langsung pelaksanaan kegiatan kerja bakti yang dilakukan serentak di delapan kecamatan Jakarta Barat. Rano mengatakan, pelaksanaan kerja bakti difokuskan mitigasi banjir, penanganan sampah, serta pemulihan aset daerah. Ini khususnya di Kelurahan Kamal, Kecamatan Kalideres.

“Fokus utama kegiatan adalah menangani persoalan lingkungan yang menjadi perhatian bersama. Ini mulai dari penanganan sampah, sedimentasi lumpur saluran, hingga potensi pohon rawan tumbang,” ujarnya di lokasi kerja Bakti, Jalan Kamal Benda, Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (12/4).

Rano menyoroti ancaman fenomena El Nino atau kemarau panjang yang berdampak pada peningkatan suhu. Berdasarkan hasil koordinasi dengan BMKG, kondisi tersebut berpotensi memperparah timbunan sampah yang dapat menjadi sumber penyakit. Ini terutama sarang nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) yang berbahaya bagi anak-anak.

Langkah-langkah yang dilakukan meliputi pengangkutan sampah terpilah, pengerukan lumpur, normalisasi saluran, pembersihan badan air, hingga pembongkaran bangunan di atas saluran. Selain itu, dilakukan pula perbaikan ringan fasilitas pejalan kaki, penopingan pohon, dan penataan kabel listrik.

Wagub menjelaskan, ke depan Pemerintah Provinsi Jakarta berencana strategis pemanfaatan lahan Kelurahan Kamal untuk mengatasi keterbatasan Taman Pemakaman Umum (TPU). Dia juga akan merevitalisasi TPU Menteng Pulo dan perluasan TPU Tanah Kusir.

“Selain untuk TPU, kawasan ini juga direncanakan akan dibangun embung pengendali banjir serta berpotensi menjadi sumber intake air bersih di masa mendatang,” ungkapnya. Rano mengapresiasi kolaborasi seluruh pihak dalam kegiatan kerja bakti tersebut. Dia berharap kegiatan serupa dapat menjadi gerakan rutin yang berkelanjutan.

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menambahkan, kerja bakti yang melibatkan sekitar 500 personel gabungan tersebut bertujuan memitigasi potensi banjir dan mengatasi. Selain itu, juga membersihkan sampah.

  • bogor sampah

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.