Access by KAI Dominasi Penjualan Tiket, Tembus 8,1 Juta Transaksi pada Triwulan I 2026

Senin, 13 Apr 2026, 15:30 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada layanan digital Access by KAI sepanjang Triwulan I 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, aplikasi ini membukukan 8.125.645 transaksi pembelian tiket kereta api jarak jauh dan layanan KA lokal.

Jumlah tersebut mendominasi 76,49 persen dari total penjualan tiket melalui berbagai kanal. Kanal lain yang dimaksud meliputi mitra penjualan, Contact Center 121, situs resmi KAI, loket stasiun, hingga vending machine.

Ket. Foto: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat kinerja positif pada layanan digital Access by KAI sepanjang Triwulan I 2026. Dalam periode 1 Januari hingga 31 Maret 2026, aplikasi ini membukukan 8.125.645 transaksi pembelian tiket kereta api jarak jauh dan layanan KA lokal. — Sumber: Istimewa

Angka yang dicatat merupakan jumlah transaksi, bukan jumlah pelanggan secara individu. Dalam satu transaksi atau kode booking, dimungkinkan terdapat lebih dari satu penumpang dalam satu perjalanan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut tingginya transaksi digital menunjukkan perubahan perilaku pelanggan. Masyarakat kini semakin mengandalkan layanan berbasis aplikasi untuk merencanakan perjalanan.

"Access by KAI kini menjadi bagian dari keseharian pelanggan dalam mengatur perjalanan. Kemudahan akses, kecepatan, serta integrasi layanan membuat pelanggan dapat merencanakan perjalanan dengan lebih praktis dalam satu aplikasi," ujarnya.

Selain pembelian tiket, Access by KAI juga menghadirkan berbagai fitur pendukung dalam satu ekosistem digital. Layanan tersebut mencakup pemesanan hotel, E-Porter di stasiun, hingga pembayaran listrik.

Aplikasi ini juga terintegrasi dengan moda transportasi lanjutan seperti KA Bandara, Whoosh, dan LRT Jabodebek. Integrasi tersebut memudahkan pelanggan dalam merancang perjalanan yang lebih efisien dan terhubung.

Kinerja aplikasi ini sejalan dengan pertumbuhan layanan KAI Group secara keseluruhan. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI Group melayani 128.055.072 pelanggan atau meningkat 9,97 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

"Kereta api semakin memikat masyarakat karena mampu menjawab kebutuhan perjalanan yang beragam. Dari aktivitas harian hingga perjalanan antarkota, semuanya terhubung dalam satu sistem layanan yang kini semakin terintegrasi," kata Anne.

Untuk layanan KA jarak jauh dan lokal, KAI mencatat 14.515.350 pelanggan atau meningkat 18,40 persen dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan ini turut dipengaruhi momentum Lebaran yang mendorong mobilitas masyarakat.

Sementara itu, KAI Commuter melayani 101.382.889 pelanggan atau naik 8,11 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Tingginya angka ini mencerminkan mobilitas harian masyarakat di wilayah perkotaan.

"Setiap hari, jutaan masyarakat di berbagai kota mengandalkan Commuter Line untuk berpindah dari rumah ke tempat kerja, sekolah, dan kembali lagi," jelasnya.

LRT Jabodebek juga mencatat pertumbuhan signifikan dengan 7.754.946 pelanggan atau naik 22,10 persen. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya aktivitas di kawasan penyangga Jakarta.

Layanan KAI Bandara melayani 1.755.275 pelanggan atau tumbuh 8,48 persen secara tahunan. Sementara itu, LRT Sumsel mencatat 1.084.242 pelanggan atau meningkat 7,38 persen.

Whoosh sebagai layanan kereta cepat melayani 1.408.815 pelanggan atau naik 4,07 persen. Di wilayah timur Indonesia, KA Makassar - Parepare mencatat pertumbuhan signifikan hingga 66,45 persen dengan 75.421 pelanggan.

KAI Wisata juga mengalami lonjakan hingga 110,10 persen dengan total 78.134 pelanggan. Layanan ini menghadirkan pengalaman perjalanan berbeda melalui kereta panoramic dan kereta wisata lainnya.

Anne menegaskan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital. Access by KAI dinilai mampu menjadi solusi praktis dalam merencanakan perjalanan secara menyeluruh.

"Access by KAI hadir untuk memudahkan berbagai kebutuhan perjalanan dalam satu aplikasi. Dari tahap perencanaan hingga keberangkatan, pelanggan dapat mengatur perjalanan dengan lebih praktis dan terhubung," tutupnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.