Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Demi Hemat Anggaran, Grobogan Rasionalisasi Proyek Drainase—Publik Harus Waspada?

📅 Sabtu, 11 Apr 2026, 18:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Demi Hemat Anggaran, Grobogan Rasionalisasi Proyek Drainase—Publik Harus Waspada? Doc: ANTARA/Gunawan
Ket. Simpang Lima Purwodadi sebagai ikon Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

GROBOGAN – Rasionalisasi sejumlah paket pekerjaan pembangunan drainase mencerminkan upaya penajaman prioritas di tengah keterbatasan anggaran dan meningkatnya kebutuhan infrastruktur perkotaan.

Langkah ini umumnya diarahkan untuk mengeliminasi proyek yang kurang mendesak, tumpang tindih, atau belum memiliki kesiapan teknis yang matang, sehingga alokasi sumber daya bisa difokuskan pada titik-titik rawan genangan dan banjir yang paling berdampak.

Di sisi lain, rasionalisasi juga menjadi indikator pentingnya perencanaan yang lebih berbasis data dan terintegrasi, termasuk pemetaan risiko banjir serta kapasitas sistem drainase eksisting.

Tanpa pendekatan tersebut, efisiensi yang diharapkan berpotensi hanya bersifat jangka pendek, sementara persoalan mendasar seperti ketidakseimbangan tata ruang dan daya tampung air tetap belum terselesaikan secara komprehensif.

Pemerintah Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, berencana merasionalisasi sejumlah paket pekerjaan pembangunan drainase di Kecamatan Purwodadi guna meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran.

"Paket-paket kegiatan pembangunan drainase tersebut sebelumnya sudah tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) dengan nilai anggaran mencapai puluhan miliar rupiah," kata Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Anang Armunanto di Grobogan, Sabtu (11/4).

Ia menyampaikan seluruh paket pekerjaan tersebut masih dalam tahap awal perencanaan berdasarkan asumsi anggaran.

Oleh karena itu, pihaknya akan kembali melakukan evaluasi untuk memastikan anggaran yang digunakan lebih efisien tanpa mengurangi fungsi utama pembangunan drainase.

Menurut dia, fokus pekerjaan bukan pada pembangunan trotoar semata, melainkan lebih kepada perbaikan dan pembangunan sistem drainase sebagai bagian dari upaya penanganan banjir atau genangan di wilayah perkotaan.

"Pekerjaan ini lebih difokuskan pada perbaikan drainase lama dan pembangunan drainase baru sebagai tindak lanjut dari rencana induk penanganan banjir," ujarnya.

Nantinya, kata dia, pembangunan trotoar tetap dilakukan sebagai konsekuensi dari pekerjaan drainase yang mengharuskan pembongkaran dan perbaikan jalan, agar kondisinya lebih baik.

Salah satu paket dengan nilai anggaran terbesar, yakni pembangunan trotoar di Jalan S. Parman yang digabungkan dengan pembangunan drainase di Jalan A. Yani, dengan nilai mencapai Rp27,96 miliar.

Selain itu, terdapat paket pembangunan trotoar di Jalan D.I. Panjaitan sebesar Rp20,12 miliar dan Jalan Siswomiharjo sebesar Rp14,94 miliar.

Pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan trotoar di Jalan Kapten Tendean dengan anggaran Rp14,65 miliar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
UMKM

Kampus Jadi Ujung Tombak UMKM Berkelanjutan

52 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Kampus Jadi Ujung Tombak UM...
UMKM

Akses Pasar Seret, Pengembangan UMKM Tersendat

52 menit yang lalu | Muchamad Ismail

Ekonomi
Akses Pasar Seret, Pengemba...
Ekonomi
Regulasi Ojol Masuk Babak B...
Ekonomi
BI Tahan Bunga 5,75 Persen,...
Advertisement
Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

Mengagetkan, Ombudsman RI Temukan Fasilitas Berstandar Apartemen di Lapas Cibinong, Kabupaten Bogor

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.