Trump Peringatkan Eskalasi Perang Besar jika Negosiasi Perdamaian Iran Gagal

Jumat, 10 Apr 2026, 01:05 WIB

BEIRUT - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan tetap menempatkan pasukan di dekat yang akan memulai serangan lagi, jika Teheran tidak mematuhi sepenuhnya kesepakatan yang dicapai dengan Washington.

“Semua kapal, pesawat terbang, dan personil militer, dengan tambahan munisi, persenjataan, dan hal-hal lain yang sesuai dan diperlukan untuk penuntutan mematikan dan penghancuran musuh yang sudah terdegradasi secara substansial, akan tetap ada di dalam, dan di sekitar, Iran, hingga saat itu. ketika perjanjian nyata yang dicapai sepenuhnya dipatuhi,” kata Trump pada Rabu (8/4) di platform Truth Social miliknya.

Ket. Foto: Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. — Sumber: Brendan SMIALOWSKI/AFP

“Jika bukan karena alasan apa pun, yang sangat tidak mungkin, maka ‘Shootin’ Starts’, lebih besar, dan lebih baik, dan lebih kuat dari yang pernah dilihat siapa pun sebelumnya,” katanya.

“Sementara itu, militer kita yang hebat sedang Bersiap dan Beristirahat, sebenarnya menantikan penaklukan berikutnya. AMERIKA KEMBALI!”

Gencatan senjata yang rapuh antara Iran dan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perpecahan pada tanggal 9 April, dengan Teheran mengancam akan melanjutkan permusuhan ketika Israel memukul Lebanon.

Washington dan Teheran keduanya mengklaim kemenangan setelah menyetujui gencatan senjata dua minggu dan negosiasi yang bertujuan mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang di seluruh Timur Tengah dan memicu pergolakan ekonomi global.

Namun keretakan kesepakatan itu muncul dengan cepat pada 8 April, karena Israel melakukan serangan terberatnya di negara tetangga Lebanon, termasuk di Beirut tengah yang padat penduduknya, sejak kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran bergabung dalam perang pada awal Maret.

Setidaknya 182 orang tewas dan hampir 900 luka-luka pada 8 April, kata Kementerian Kesehatan Lebanon. Kantor perdana menteri Lebanon mengatakan tanggal 9 April akan menjadi hari berkabung nasional bagi para martir dan korban luka akibat serangan Israel yang menargetkan ratusan warga sipil yang tidak bersalah dan tidak berdaya.

Beberapa jam kemudian, Hizbullah mengatakan pihaknya menembakkan roket ke arah Israel sebagai tanggapan atas “pelanggaran gencatan senjata AS-Iran, yang disepakati pada akhir tanggal 8 April.

Gencatan Senjata

Israel sendiri mengatakan pertempurannya melawan kelompok Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata, sebuah argumen yang digaungkan oleh Wakil Presiden AS JD. Vance, beberapa hari sebelum dia dijadwalkan memimpin pembicaraan dengan Teheran di Pakistan.

“Jika Iran ingin membiarkan negosiasi ini berantakan karena Lebanon, yang tidak ada hubungannya dengan mereka, dan yang tidak pernah sekalipun dikatakan Amerika Serikat sebagai bagian dari gencatan senjata, pada akhirnya itulah pilihan mereka,” katanya.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Liga Italia: AS Roma Hancurkan Fiorentina 4-0, Donyell Malen Cetak Hattrick

BMKG Prakirakan Cuaca Sebagian Besar Daerah di Wilayah Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal

Jangan Biarkan Karhutla Meluas! KSP Minta Penanganan Cepat dan Tegas

NBA Rilis Jadwal Musim 2026-27, Laga Ulangan Final dan Reuni Para Bintang Jadi Sorotan

BMKG Beberkan Cuaca Hari Ini, Mayoritas Wilayah Diprediksi Cerah hingga Berawan

Butter Baby Hadirkan Klepon Donut, Jajanan Tradisional Indonesia dalam Semangat Kemerdekaan.

Calon Penumpang Tak Sabara Tunggu Operasi LRT dari Kelapa Gading ke Manggarai Mulai Besok

Manchester United Bersaing dengan Aston Villa dan Benfica untuk Boyong Alejandro Balde

Utang Whoosh Rp116 Triliun Disorot, Pemerintah Diminta Uji Risiko APBN

Busyet… 150 Roda Dua Dikandangkan dari Balap Liar di Jambi

Pelatih Mengeklaim, Tim Panahan Masih Bisa Bersaing di Asian Games Jepang

Jaga Elang Jawa, PGE Raih Penghargaan dari Kementerian Kehutanan di HKAN 2026.

Asean Mulai Kerepotan dengan Asap Eksporan Indonesia, tapi Rikuh

Kabut Asap Karhutla Jadi Pembunuh Diam-Diam, Pakar Ungkap Bahayanya

Liverpool Didesak Datangkan Gelandang Bertahan, Ini Jawaban Iraola

Asap Karhutla Makin Pekat, Penderita Asma Diminta Waspadai Serangan Akut

Misteri Ketidakhadiran Menhut dan Menteri LH di Rakor Karhutla Akhirnya Terjawab, Simak Alasannya

Liga Inggris, Fulham Tak Mampu Menyamai Chelsea

Kemnaker Paparkan Langkah Konkret Indonesia Hadapi Perubahan Dunia Kerja di Forum ASEAN

Fiorentina Tanpa Ampun Dibantai AS Roma 0-4

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.