Pengenalan Panjat Tebing Sejak Usia Dini oleh FPTI Kotawaringin Timur Kalteng

Jumat, 10 Apr 2026, 17:17 WIB

Sampit - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah gencar melakukan pengenalan olahraga panjat tebing kepada anak-anak atau sejak usia dini sebagai langkah awal mencetak atlet yang kompetitif di masa depan.

“Fokus kami sekarang bukan latihan khusus, tapi memperkenalkan panjat tebing ke anak-anak, khususnya usia dini, sebagai bagian dari upaya regenerasi,” kata Ketua Harian FPTI Kotawaringin Timur Halikinnor di Sampit, Jumat.

Ket. Foto: Seorang anak mencoba melakukan panjat tebing dengan bimbingan pelatih di halaman Gedung Voli Indoor Jalan Tjilik Riwut Sampit, Minggu (5/4/2026). — Sumber: Antara

Aktivitas ini terlihat di halaman Gedung Voli Indoor, Jalan Tjilik Riwut, setiap Minggu sore. Sejumlah anak nampak antusias menaklukkan dinding buatan, mengubah kesan bermain menjadi upaya serius mengenal teknik dasar memanjat.

Halikin menjelaskan, fokus utama organisasi saat ini adalah memperluas jangkauan peminat di kalangan usia dini untuk memastikan keberlangsungan prestasi olahraga ini di wilayah tersebut.

“Regenerasi atlet sangat penting karena keterbatasan jumlah personel saat ini. Melalui sesi latihan rutin setiap Sabtu dan Minggu sore, kami berharap bibit unggul dapat terjaring secara alami dari masyarakat umum,” ujarnya.

Meski awalnya ragu, anak-anak tampak mulai berani menggapai poin demi poin di bawah pengawasan ketat pelatih. Suasana latihan akhir pekan ini menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin menguji nyali dan ketangkasan fisik.

Antusiasme mulai terlihat dari peningkatan jumlah peserta yang konsisten hadir. Beberapa anak bahkan sudah menunjukkan komitmen tinggi dengan melengkapi peralatan pribadi untuk menunjang progres latihan mereka di lapangan.

“Kalau yang hanya coba-coba cukup banyak, tapi yang terlihat mulai tertarik ada sekitar delapan sampai 10 orang. Bahkan ada sekitar tiga anak yang sudah membeli peralatan panjat tebing dan ikut rutin berlatih bersama kami," ungkapnya.

Secara teknis, usia di bawah 8 tahun dianggap sebagai waktu emas untuk memulai pelatihan dan saat menginjak usia 10 tahun, para atlet muda sudah memiliki kesiapan mental dan fisik untuk berlaga di level nasional.

Salah satu orang tua peserta, Mashud mengaku sangat mendukung kegiatan ini karena memberi dampak positif bagi perkembangan sang anak. Ia melihat anaknya menjadi lebih berani dan memiliki fisik yang lebih tangguh selama mengikuti latihan.

“Sebagai orang tua, saya senang ada wadah seperti ini di Sampit. Selain melatih keberanian dan motorik anak, kegiatan ini menjadi penyaluran energi yang positif bagi mereka daripada sekadar bermain gawai,” demikian Mashud.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.