Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Alarm Ekonomi Berbunyi: Bank Dunia Pangkas Proyeksi RI, Pertumbuhan Kian Melambat

7 Kamis, 09 Apr 2026, 18:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Alarm Ekonomi Berbunyi: Bank Dunia Pangkas Proyeksi RI, Pertumbuhan Kian Melambat Alarm Ekonomi Berbunyi: Bank Dunia Pangkas Proyeksi RI, Pertumbuhan Kian Melambat Doc: ANTARA/ M Riezko Bima Elko P
Ket. Dokumentasi - Kawasan padat penduduk yang tergolong kumuh di Palembang, Sumatera Selatan.

JAKARTA – Proyeksi perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7 persen oleh Bank Dunia mencerminkan tekanan yang semakin nyata, baik dari sisi eksternal maupun domestik.

Revisi turun oleh Bank Dunia ini mengindikasikan bahwa pemulihan ekonomi tidak sekuat yang diharapkan, terutama di tengah ketidakpastian global, pelemahan permintaan ekspor, serta terbatasnya dorongan konsumsi.

Penurunan dari capaian 5,11 persen pada 2025 ke level di bawah 5 persen tahun ini menandakan hilangnya momentum pertumbuhan. Artinya, mesin utama ekonomi—seperti konsumsi rumah tangga dan investasi—belum cukup solid untuk mengompensasi tekanan eksternal.

Jika tren ini berlanjut, risiko yang muncul bukan hanya perlambatan jangka pendek, tetapi juga potensi penurunan kualitas pertumbuhan, termasuk dari sisi penciptaan lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 sebesar 4,7 persen, turun dari perkiraan sebelumnya 4,8 persen, demikian laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026 yang dirilis pada Rabu (8/4).

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan proyeksi pertumbuhan kawasan Asia Timur dan Pasifik (EAP) yang hanya 4,2 persen. Asia Timur dan Pasifik mencakup Kamboja, Tiongkok, Indonesia, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Papua Nugini, Filipina, Thailand, Timor-Leste, Vietnam, dan Negara-Negara Kepulauan Pasifik.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik Aaditya Mattoo mengatakan, dalam wawancara daring dengan ANTARA dari Jakarta, Rabu, bahwa prospek kawasan dipengaruhi tiga faktor eksternal utama: konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga energi, pembatasan perdagangan di Amerika Serikat serta ketidakpastian kebijakan global, dan perkembangan positif berupa ledakan teknologi kecerdasan buatan (AI).

“Kami menilai Indonesia relatif tangguh karena ketergantungan terhadap impor minyak, misalnya, lebih rendah dibandingkan negara lain,” kata Mattoo.

Laporan tersebut mencatat impor bersih minyak dan gas Indonesia pada 2024 hanya sekitar 1 persen dari produk domestik bruto (PDB), sementara Thailand mencapai 7 persen, Filipina 3 persen, dan Vietnam 2 persen.

Meski demikian, guncangan global diyakini tetap berdampak pada Indonesia, terutama melalui kenaikan harga minyak yang menambah beban fiskal akibat subsidi dan kompensasi energi.

Tekanan inflasi dinilai berpotensi meningkat seiring kenaikan harga minyak, lonjakan harga pupuk yang mendorong biaya pangan, serta kenaikan harga semikonduktor yang berimbas pada keseluruhan rantai nilai.

Mattoo menambahkan, meningkatnya sentimen risiko global juga berpotensi menekan investasi dan konsumsi.

Kendati demikian, Bank Dunia memperkirakan Indonesia akan kembali pulih dengan pertumbuhan mencapai 5,2 persen pada 2027.

Pemulihan tersebut diharapkan didorong oleh beroperasinya dana kekayaan negara, Danantara, yang menyalurkan investasi lebih produktif, tersedianya lebih banyak kredit swasta melalui injeksi likuiditas, serta upaya pemerintah memperkuat industri hilir, mengatasi hambatan, dan menarik investasi asing.

Laporan juga menyoroti bahwa pertumbuhan Indonesia saat ini sekitar 5 persen per tahun melampaui perkiraan pertumbuhan potensial, sebagian besar berkat dukungan pemerintah.

Namun, reformasi seperti penghapusan hambatan non-tarif di sektor jasa, deregulasi, dan penyederhanaan perizinan usaha dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan potensial sekaligus menciptakan lapangan kerja produktif.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
Nasional
Mendikdasmen Ungkap 14.000 ...
Advertisement
Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89   

Luar Biasa Seru, Persija Tundukkan Persebaya 1-0, Gol Menit 89  

07 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.