- Home
-
- Megapolitan
-
- Pemprov DKI dan BPIP Revit...
Pemprov DKI dan BPIP Revitalisasi Mapel Pancasila di Semua Jenjang Pendidikan
Selasa, 07 Apr 2026, 18:00 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membuka Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4). Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya transformasi metode pembelajaran Pancasila agar tidak lagi bersifat hafalan semata.
Menurutnya, pendekatan lama yang cenderung dogmatis harus ditinggalkan. Pembelajaran Pancasila perlu dihadirkan sebagai ruang diskusi yang hidup, relevan, dan dekat dengan realitas keseharian peserta didik.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Dalam regulasi tersebut, Pendidikan Pancasila ditetapkan sebagai mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA/MAK.
Pramono menyampaikan, terdapat tiga poin penting yang harus diperhatikan para pendidik dalam menguatkan pembelajaran Pancasila. Poin pertama adalah menghadirkan Pancasila dalam ruang diskusi yang aktif di dalam kelas.
"Pancasila harus hadir di dalam ruang diskusi yang hidup di kelas. Jangan bersifat dogmatis," ujarnya.
Ia menilai, mengaitkan materi pembelajaran dengan isu-isu terkini akan membuat Pancasila terasa lebih relevan. Dengan begitu, siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Poin kedua, pembelajaran Pancasila harus dibuat menyenangkan dan bermakna. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak cukup dihafalkan, tetapi harus dipahami secara mendalam.
"Jangan sekadar menjadi hafalan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai itu disampaikan secara jujur, disiplin, saling menghargai, dan peduli," kata Pramono.
Selanjutnya, poin ketiga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai elemen di luar sekolah. Menurutnya, penguatan nilai Pancasila tidak bisa hanya dibebankan kepada institusi pendidikan.
Ia menyebut, keluarga, masyarakat, hingga lingkungan sosial harus menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran tersebut. Integrasi ini dinilai penting agar nilai Pancasila benar-benar hidup dalam keseharian.
"Saya yakin jika keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan realitas hidup bisa menyatu, itu akan menjadi kekuatan luar biasa," jelasnya.
Lebih lanjut, Pramono berharap pembelajaran Pancasila mampu mencetak generasi yang tangguh menghadapi perubahan zaman. Termasuk dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang semakin cepat.
Ia juga optimistis Jakarta dapat menjadi contoh nasional dalam penerapan pembelajaran Pancasila yang kontekstual. Tidak hanya sebatas teori, tetapi menjadi bagian dari praktik kehidupan masyarakat.
"Saya yakin Jakarta bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila," ucapnya.
Sementara itu, Kepala BPIP Yudian Wahyudi menekankan pentingnya revitalisasi nilai Pancasila dalam berbagai sektor. Ia menyebut, penguatan ideologi menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
"Pancasila bukan sekadar dokumen historis, tetapi jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama," ujarnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemprov DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis Pancasila. Upaya ini diharapkan mampu membentuk generasi yang adaptif, berintegritas, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
- Pendidikan
- Pemprov DKI Jakarta
- pendidikan pancasila
- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
- Gubernur DKI Pramono Anung
- Dinas Pendidikan DKI Jakarta
- generasi muda
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Gubernur DKI Pramono Nilai Bantuan Pembangunan Halte Perkuat Layanan Transjabodetabek
-
Cara Cek Status PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Pakai NIK dan NISN
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Resmikan Biopori Jumbo Pondok Kelapa, Gubernur Pramono Kebut Target Zero Waste
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
HUT Jakarta 2026 ke-499: Pemprov DKI Gratiskan Transportasi Umum dan Tempat Wisata 3 Hari
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.