- Home
-
- Luar Negeri
-
- Italia Waspada Krisis Ener...
Italia Waspada Krisis Energi Akibat Konflik Timur Tengah
Selasa, 07 Apr 2026, 01:00 WIBRoma - Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni memperingatkan potensi krisis energi di negaranya jika konflik di Timur Tengah terus memburuk. Ketegangan di kawasan Teluk Persia dinilai mulai berdampak pada stabilitas pasokan dan harga energi global.
âKetika ketidakstabilan meningkat di negara-negara Teluk, hal itu berdampak pada biaya energi, dunia usaha, lapangan kerja, dan pada akhirnya daya beli keluarga,â kata Meloni dalam video yang diunggah di media sosialnya, Minggu (5/4).
Ia menegaskan, negara-negara Teluk memiliki peran vital dalam rantai pasok energi dunia. Jika produksi terganggu, maka dampaknya akan dirasakan secara global, termasuk oleh Italia.
âDan jika situasi memburuk, kita bisa menghadapi kondisi di mana kita tidak memiliki seluruh energi yang kita butuhkan, bahkan di Italia,â ujarnya.
Meloni juga mengungkapkan bahwa kawasan Teluk menyuplai sekitar 15 persen kebutuhan minyak Italia. Dalam kunjungannya ke sejumlah negara Teluk pada akhir pekan lalu, ia membahas upaya memperkuat kerja sama energi serta mendorong deeskalasi konflik.
âSaya membahas dengan mereka bagaimana memperkuat kerja sama, membantu menghentikan eskalasi, dan segera memulihkan kebebasan navigasi di jalur yang menjadi sandaran energi, perdagangan, dan stabilitas, dimulai dari Selat Hormuz,â jelasnya.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah. Konflik ini turut mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan rute utama distribusi minyak dan gas dunia.
Dampaknya mulai terasa di Italia. Sejumlah laporan menyebutkan adanya pembatasan distribusi bahan bakar jet (avtur) di beberapa bandara, yakni Milan, Venesia, Treviso, dan Bologna.
Pemasok bahan bakar penerbangan Air BP mengonfirmasi adanya pembatasan pengisian avtur hingga 9 April 2026 di bandara-bandara tersebut. Prioritas distribusi diberikan untuk penerbangan ambulans udara, penerbangan negara, serta penerbangan jarak jauh lebih dari tiga jam.
Sementara itu, Presiden Otoritas Penerbangan Sipil Italia (ENAC) Pierluigi Di Palma menjelaskan bahwa tekanan pasokan juga dipengaruhi oleh lonjakan permintaan selama periode libur Paskah.
âJika konflik berlanjut, akan ada konsekuensi,â ujarnya.
Kendati demikian, ia menyebut keterbatasan pasokan saat ini belum sepenuhnya disebabkan oleh penutupan Selat Hormuz, melainkan kombinasi faktor permintaan tinggi dan kondisi geopolitik.
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Musrenbang Usulkan Angkutan Antarpulau
-
Gandeng PBB, Wagub Rano Hadirkan SDGs Corner di Museum Bahari Jakarta
-
Rupiah Menguat Dipengaruhi Komitmen Kerja Sama AS-Indonesia
-
Konflik Timur Tengah dapat Picu Ambisi Energi Nuklir di Asia Tenggara
-
Bantuan logistik untuk penyintas gempa di Pulau Batang Dua
-
Bapanas Dorong Diversifikasi Protein Hewani Berbasis Ikan
-
Cleveland Cavaliers Gilas Dallas Mavericks dengan Skor 138-105
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.