Respon Cepat Angkasa Pura Indonesia Pastikan Operasional Bandara Soetta Tetap Terkendali

Senin, 06 Apr 2026, 20:20 WIB

JAKARTA - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai potensi windshear mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (6/4). Kondisi ini terutama berdampak pada fase krusial pendaratan pesawat.

PT Angkasa Pura Indonesia mencatat gangguan signifikan terhadap pergerakan penerbangan sepanjang siang hari. Berdasarkan data Airport Operation Control Center (AOCC), total 12 penerbangan terpaksa dialihkan ke bandara lain demi alasan keselamatan.

Ket. Foto: Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dengan intensitas tinggi disertai potensi windshear mengganggu operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Senin (6/4). Kondisi ini terutama berdampak pada fase krusial pendaratan pesawat. — Sumber: Istimewa

"Keselamatan dan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama," ujar Yudis Tiawan.

Selain pengalihan, sebanyak 14 penerbangan harus melakukan holding atau menunggu di udara hingga kondisi memungkinkan untuk mendarat. Situasi ini menyebabkan antrean penerbangan di ruang udara sekitar bandara meningkat.

"Keputusan operasional diambil berdasarkan kondisi cuaca secara real-time," katanya.

Tak hanya itu, 13 penerbangan juga tercatat melakukan go around, yakni prosedur pembatalan pendaratan dan kembali terbang karena kondisi runway dinilai tidak aman. Langkah ini merupakan prosedur standar dalam dunia penerbangan saat terjadi gangguan cuaca.

"Prosedur ini untuk memastikan pendaratan dilakukan dalam kondisi aman," tegasnya.

Satu penerbangan bahkan harus kembali ke apron atau Return to Apron (RTA) setelah mempertimbangkan kondisi operasional. Hal ini menunjukkan dampak cuaca ekstrem yang terjadi cukup luas dalam waktu singkat.

" Semua langkah diambil demi keselamatan penumpang dan awak pesawat," ujarnya.

Koordinasi intensif dilakukan antara pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai, serta seluruh pemangku kepentingan. Tujuannya untuk memastikan operasional tetap berjalan meski dalam tekanan kondisi cuaca yang tidak kondusif.

"Koordinasi lintas pihak terus diperkuat agar situasi tetap terkendali," katanya.

Di sisi fasilitas, runway, taxiway, dan apron dilaporkan tetap dalam kondisi baik tanpa genangan yang mengganggu. Hal ini memastikan bahwa gangguan murni dipicu oleh faktor cuaca, bukan infrastruktur bandara.

"Fasilitas sisi udara tetap beroperasi normal," jelasnya.

Namun, gangguan sempat terjadi di area terminal, tepatnya di Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3. Insiden kebocoran atap berlangsung singkat dan langsung ditangani petugas di lokasi.

"Kondisi sudah kembali bersih dan operasional berjalan normal," ujarnya.

Petugas bandara yang bersiaga 24 jam langsung melakukan sterilisasi area terdampak. Langkah cepat ini dilakukan untuk memastikan keamanan penumpang serta mencegah risiko lanjutan.

"Pengawasan dilakukan secara menyeluruh di seluruh fasilitas bandara," katanya.

Pihak bandara mengimbau penumpang untuk terus memantau jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai maupun layar informasi. Penyesuaian jadwal sangat mungkin terjadi selama kondisi cuaca belum stabil.

"Pengguna jasa diharapkan datang lebih awal untuk mengantisipasi perubahan jadwal," pungkasnya.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.