Pemberian MBG hanya Selama Hari Sekolah
Senin, 06 Apr 2026, 03:08 WIBJAKARTA - Pemerintah memutuskan hanya akan memberikan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada hari-hari di mana para murid masuk sekolah, atau tidak diberikan ketika hari libur. Untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap diberikan enam hari dalam sepekan.
Hal ini menyusul evaluasi lintas kementerian/lembaga yang disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas di Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan RI di Jakarta, beberapa hari lalu.
âDalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin (MBG diberikan selama) 6 hari, hari libur dikasih juga. Nah, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan MBG itu (diberikan saat) hari sekolah, (murid) datang 5 hari. Kalau libur Lebaran, kan, kalau (diberikan MBG) juga tidak efektif. Jadi itu libur tidak ada lagi (penyaluran MBG ke siswa), hanya diberikan di hari sekolah,â kata Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Jakarta, kemarin.
Berdasarkan Pedoman Tata Kelola Penyelenggaraan Program MBG Selama Libur Sekolah yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BGN Nomor 52.1 Tahun 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan bahwa alur distribusi MBG tetap berlanjut meski sekolah memasuki masa libur semester, di mana Kelompok 3B yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap menerima MBG enam hari dalam sepekan tanpa terpengaruh kalender libur sekolah.
Sementara, siswa dan santri memperoleh paket MBG sesuai mekanisme libur sekolah pada sekolah atau pesantren yang bersedia hadir untuk pendistribusian.
Lebih lanjut, Menko Pangan mengatakan pemerintah juga menaruh perhatian lebih pada penyaluran MBG di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan daerah-daerah dengan tingkat stunting anak Âyang Âtinggi.
Menurut pria yang akrab disapa Zulhas itu, distribusi MBG harus dapat menyesuaikan dengan kondisi di daerah tersebut, mulai dari segi kualitas menu makanan hingga jumlah pemberian kepada penerima manfaat.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan potensi penghematan anggaran dari optimalisasi program MBG menjadi lima hari mencapai 20 triliun rupiah.
Airlangga menjelaskan optimalisasi program MBG diwujudkan dengan penyediaan makanan segar selama lima hari dalam seminggu.
Namun, ketetapan itu berlaku pengecualian bagi asrama, daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), serta daerah dengan tingkat stunting tinggi. âPotensi penghematan dari kegiatan ini mencapai 20 triliun rupiah,â kata Airlangga.
Wilayah 3T
Terpisah, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan distribusi makanan segar dalam Program MBG akan dibagikan lima kali dalam lima hari untuk anak Âsekolah.
Sementara itu di wilayah 3T, makanan kering yang tidak memerlukan pengolahan kompleks akan diberikan kepada penerima manfaat. âMakanan fresh (segar) dibagikan hanya lima hari untuk anak sekolah. Untuk wilayah 3T diberikan makanan kering bukan makanan olahan, contohnya seperti susu, buah, roti, dan bahan pangan lain yang lebih mudah disimpan serta didistribusikan,â ucapnya di Jakarta, kemarin.
Nanik mengemukakan skema distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesegaran bahan pangan yang digunakan dalam penyajian menu, serta mempertimbangkan efektivitas untuk wilayah dengan kondisi geografis yang sulit dijangkau. Ant/S-2
- MBG
Redaktur: Sriyono
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Selat Hormuz Memanas: Militer AS Bakal Turun Tangan Kawal Kapal Tanker
-
NATO Gelar Latihan Serangan Amfibi Skala Besar untuk Membebaskan Wilayah di Sayap Timur Aliansi
-
Penertiban Penjual Petasan di Malam Ramadan
-
Masyarakat Diminta untuk Lapor jika Ada Penyimpangan MBG
-
Pertamina Patra Niaga Sumbagut Perkuat Standar Pelayanan SPBU di Aceh Jelang Ramadan 2026
-
MBG Jangkau 27 Ribu SPPG dengan Serap Anggaran Rp60 Triliun
-
BPBD Tangerang Imbau Warga Cek Instalasi Listrik Secara Berkala
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.