Kerinci Angkat Wisata Andalan, Promosinya Lewat Event Internasional

Minggu, 05 Apr 2026, 17:57 WIB

KERINCI – Promosi wisata unggulan sekarang nggak lagi sekadar soal pasang spanduk atau bikin brosur. Cara mengenalkan destinasi sudah jauh lebih kreatif—mulai dari konten media sosial, video pendek, sampai kolaborasi dengan kreator yang punya gaya bercerita menarik.

Setiap daerah biasanya punya “andalan” masing-masing, entah itu pantai, pegunungan, budaya lokal, atau kuliner khas. Yang jadi kunci bukan cuma menampilkan keindahannya, tapi juga membangun cerita di baliknya—biar orang nggak cuma tahu, tapi juga penasaran dan ingin datang langsung.

Ket. Foto: Sebanyak 243 atlet nasional dan mancanegara warnai lomba lari lintas alam Kerinci100 di Jambi, Sabtu (442026). — Sumber: ANTARA/ Agus Suprayitno

Menariknya, pendekatan promosi sekarang lebih terasa santai dan dekat. Banyak yang mengemasnya lewat pengalaman, seperti rekomendasi itinerary singkat, hidden gems, atau aktivitas seru yang bisa dilakukan di satu tempat. Jadi, calon wisatawan bisa langsung membayangkan liburan mereka bakal seperti apa.

Di sisi lain, promosi wisata unggulan juga mulai dibarengi dengan upaya menjaga kualitas destinasi. Soalnya, percuma ramai pengunjung kalau tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik. Mulai dari kebersihan, akses, sampai kenyamanan jadi bagian penting yang ikut dipromosikan secara tidak langsung.

Akhirnya, promosi wisata hari ini bukan cuma soal menarik orang datang, tapi juga bagaimana membuat mereka betah, punya pengalaman berkesan, dan—yang paling penting—ingin kembali lagi di lain waktu.

Pemerintah Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi terus menggaungkan promosi objek wisata unggulan melalui berbagai lomba kelas dunia.

Salah satu lomba lari trail series bertajuk "Kerinci100" dengan melibatkan 243 pelari lintas alam profesional dari dalam dan luar negeri, kata Bupati Kerinci Monadi, Sabtu (4/4).

Hal itu disampaikan bupati saat melepas pelari kategori ultra 70 dan 100 Kilometer (Km) di kaki Gunung Kerinci.

Olah raga minat khusus tersebut, kata dia, merupakan salah satu upaya strategis pemerintah daerah dalam mendongkrak popularitas pariwisata Kerinci di kancah internasional.

Sebagai informasi, ajang Kerinci100 mempertandingkan beberapa kategori jarak, mulai dari 12 km, 30 km, hingga kategori ultra 70 km dan 100 km yang melintasi jalur-jalur menantang dengan pemandangan alam Kerinci yang ikonik.

"Melalui Kerinci100, kami ingin memperkenalkan Kerinci lebih luas lagi kepada dunia," kata dia.

Menurut Monadi, kehadiran dan antusias peserta dari berbagai negara merupakan sinyal positif bagi kebangkitan ekonomi kreatif dan makin jadi daya pikat masyarakat dunia.

"Melalui cerita dan pengalaman positif dilihat serta dirasakan oleh para atlet dari luar negeri sehingga berdampak mendatangkan banyak wisatawan asing," katanya.

Bentangan alam dimiliki Kerinci, bukan hanya Gunung Tertinggi di Indonesia, tetapi dikarunia juga potensi alam seperti air terjun berasap serta kekayaan budaya yang unik.

Justru itu, pemerintah daerah bertekat untuk membuat beragam agenda skala internasional dengan menggandeng banyak pihak.

Pihaknya menyadari meski telah mampu menyelenggarakan kegiatan besar skala internasional, namun aksesibilitas belum maksimal menuju Kerinci.

"Kami sudah punya bandara udara tetapi ketersediaan penerbangan langsung menjadi kendala dalam menarik dan memudahkan wisatawan untuk berkunjung," ujarnya.

Monadi berharap percepatan peningkatan akses penerbangan Bandara Depati Parbo menjadi isu penting untuk memicu kunjungan wisatawan nusantara maupun mancanegara.

"Kita punya lapangan terbang, dan ke depan semoga dapat dukungan banyak pihak dan pemerintah pusat, sehingga menuju Kerinci menjadi lebih dekat dan mudah bagi siapa saja," harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kerinci Irwandri menilai lomba lari internasional diselenggarakan di Kabupaten Kerinci merupakan terobosan yang harus didukung dan dikembangkan.

Hal ini sebagai upaya dalam mempromosikan potensi dimiliki daerah dalam mendukung iklim wisata.

Politisi Gerindra itu optimistis melalui sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan legislatif, ke depan Kerinci akan kembali menggelar lomba kelas internasional balap motor cross yang bakal di helat di penghujung Mei mendatang.

"Ke depan akan mengadakan agenda Asia MX Motor Cross yang dijadwalkan pada 30 - 31 mendatang. Kami dari legislatif tentu akan terus men-support kegiatan yang berdampak positif bagi ekonomi dan pariwisata Kerinci," tutup Irwandri.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.