Update Misi Artemis II NASA: Kapsul Orion Berhasil Melaju Ribuan Km per Jam ke Bulan
Jumat, 03 Apr 2026, 17:42 WIBJAKARTA - Misi luar angkasa Artemis II resmi meninggalkan orbit Bumi setelah pesawat Orion melakukan manuver penting menuju Bulan. Tahapan krusial ini menjadi tonggak sejarah baru dalam eksplorasi antariksa manusia.
Proses dorongan akhir yang dikenal sebagai injeksi translunar dilakukan dengan menyalakan mesin utama selama hampir enam menit. Manuver ini berlangsung mulus tanpa kendala dan membawa Orion melaju menuju lintasan ke Bulan.
Perwakilan NASA menyebut proses tersebut berjalan sempurna sesuai perencanaan. Keberhasilan ini memastikan awak Artemis II kini berada di jalur yang tepat untuk mengelilingi Bulan sebelum kembali ke Bumi.
"Prosesnya berjalan tanpa cela," ujar salah satu pejabat NASA setelah manuver selesai dilakukan.
Dari dalam kapsul Orion, kru juga melaporkan kondisi mereka dalam keadaan baik. Mereka menyampaikan optimisme selama perjalanan menuju Bulan yang kini tengah berlangsung.
"Kami merasa cukup baik di sini dalam perjalanan kami ke Bulan," ujar salah satu astronot dalam komunikasi dengan pusat kendali misi.
Misi ini menjadi yang pertama kalinya sejak 1972 manusia kembali meninggalkan orbit Bumi. Artemis II membuka babak baru dalam eksplorasi antariksa setelah era program Apollo.
Selama perjalanan, kapsul Orion akan menempuh lintasan melingkar yang membawa awak mengelilingi sisi jauh Bulan. Setelah itu, wahana akan kembali menuju Bumi dengan memanfaatkan gaya gravitasi.
Sebelum manuver utama dilakukan, Orion sempat berada di orbit tinggi Bumi selama sekitar satu hari. Pada fase ini, seluruh sistem seperti navigasi, mesin, dan pendukung kehidupan diperiksa secara menyeluruh.
Setelah semua dinyatakan aman, persetujuan diberikan untuk menjalankan pembakaran mesin utama. Dorongan ini meningkatkan kecepatan Orion hingga ribuan kilometer per jam untuk menuju ruang angkasa dalam.
Perjalanan ini diperkirakan membawa awak melampaui jarak yang pernah dicapai manusia sebelumnya. Bahkan, potensi rekor baru dapat melampaui pencapaian misi Apollo 13 pada tahun 1970.
Meski demikian, NASA menegaskan bahwa misi ini tetap memiliki opsi darurat. Awak masih bisa kembali ke Bumi melalui manuver khusus jika terjadi kondisi yang tidak diinginkan.
Dalam 36 jam pertama setelah manuver, skenario kembali cepat dapat dilakukan. Namun setelah melewati fase tersebut, jalur mengelilingi Bulan justru menjadi opsi yang lebih efisien untuk kembali.
Tim misi juga telah melakukan berbagai simulasi untuk memastikan keselamatan kru. Semua skenario darurat telah diuji guna meminimalkan risiko selama perjalanan.
Seiring Orion melaju lebih jauh, pemandangan dari jendela kapsul menjadi semakin dramatis. Bumi tampak mengecil di kejauhan, sementara Bulan terlihat semakin besar mendominasi pandangan.
Pada hari keenam misi, para astronot dijadwalkan menyaksikan fenomena gerhana Matahari total dari luar angkasa. Peristiwa ini menjadi salah satu momen langka dalam perjalanan tersebut.
Misi Artemis II diharapkan menjadi langkah besar menuju kembalinya manusia ke permukaan Bulan. Keberhasilan ini juga menjadi simbol kemajuan teknologi dan kolaborasi global dalam eksplorasi antariksa.
- NASA
- Luar Angkasa
- Astronot
- Misi Luar Angkasa
- Misi ke Bulan
- Eksplorasi Bulan
- Artemis II NASA
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Drama Kejar-kejaran di Bireuen, Polisi Gagalkan Transaksi 1,5 Kg Sabu 'Bungkus Alpukat'
-
Misi Artemis II Melanglang Angkasa Paling Jauh dari Bumi
-
Awak Artemis II dalam Perjalanan Pulang
-
Harga Cabai Rawit Merah Capai Rp119.400/Kg, Daging Ayam Rp52.150/Kg
-
Iklan Gratis, Viral Stoples Selai Coklat Melayang di Misi Artemis II - NASA Klarifikasi
-
Wacana Pemotongan Gaji Menteri hingga 25 Persen Belum Jelas
-
Garuda Indonesia Pastikan Kesiapan Haji 2026, Fokus Layanan Inklusif dan Ramah Lansia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.