Sampah Bikin Rontok Omzet Pedagang

Kamis, 02 Apr 2026, 01:05 WIB

JAKARTA – Bau menyengat dari tumpukan menggunung sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur (Jaktim) membuat ozet pedagang turun hingga 30 persen. Gunungan sampah mencapai setinggi enam meter di Tempat Penampungan Sementara (TPS) di pasar tersebut.

“Akibat tumpukan sampah, jadi ada penurunan omzet hingga 30 persen. Karena warga enggan belanja ke belakanga. Mereka juga enggan parkir. Padahal kalau parkir, biasanya sekalian belanja,” kata salah satu pedagang Syaeful di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu. Menurut dia, penurunan ini cukup signifikan, terutama pada jam-jam sibuk yang biasanya menjadi waktu utama transaksi.

Ket. Foto: Tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (31/3). — Sumber: ANTARA/Siti Nurhaliza

Kondisi lingkungan yang kotor, bau menyengat, serta akses yang terganggu membuat pembeli enggan datang, sehingga omzet pedagang pun menurun. “Pembeli enggan masuk ke area dalam pasar, terutama sekitar lokasi TPS yang dipenuhi sampah. Pembeli jadi berkurang,” ujar Syaeful.

Menurut Syaeful, pengangkutan sampah di TPS sebenarnya dilakukan setiap hari, namun volume sampah yang diangkut dinilai tidak sebanding dengan jumlah sampah yang terus bertambah. “Gunungan sampah ini dampaknya luas baik secara ekonomi maupun kesehatan. Secara ekonomi juga, untuk bongkar muat pedagang khususnya untuk jam sibuk terganggu,” jelas Syaeful.

Keluhan serupa disampaikan pedagang lainnya, Narto. Dia menilai kondisi sampah yang menumpuk sudah berlangsung cukup lama tanpa ada solusi yang jelas. Selain bau yang menyengat, jalanan di sekitar lapak juga menjadi becek dan sulit dilalui. “Yang jelas sampah sangat mengganggu dan seperti tidak ada solusi, berlarut-larut. Kami bukannya tidak bersuara, sudah bersuara ke PD Pasar Jaya. Cuma sampai kini belum ada penyelesaian,” kata Narto.

Dia berharap, pengelola pasar dapat segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Apalagi, para pedagang telah menjalankan kewajiban membayar retribusi, sehingga berhak mendapatkan lingkungan yang bersih dan nyaman. “Pedagang berharap, PD Pasar Jaya memenuhi kewajibannya. Kita bayar retribusi, ya tolong ditunaikan juga kewajibannya membersihkan sampah. Kami tidak muluk-muluk, yang penting lingkungan bersih dan nyaman,” ujar Narto.

Pengangkutan sampah diharapkan dapat dilakukan secara maksimal dan konsisten agar aktivitas perdagangan kembali normal. Jika kondisi ini terus berlarut, mereka khawatir dampaknya tidak hanya pada penurunan pendapatan, tetapi juga kesehatan pedagang dan pengunjung pasar.

Sebelumnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jaktim melanjutkan bantuan armada dengan mengerahkan 13 unit truk pengangkut sampah untuk mengurangi sampah yang menggunung di Pasar Induk Kramat Jati. “Sampai hari ini juga ada kendaraan kami di sana masih membantu. Hari ini kami kerahkan 13 unit truk pengangkut sampah,” kata Kepala Suku Dinas LH Jakarta Timur Julius Monangta di Pulo Gebang, Jakarta Timur, Senin (30/3).

Monang menegaskan, bantuan dari Sudin LH Jakarta Timur tidak dibatasi waktu tertentu, melainkan akan terus dilakukan hingga kondisi sampah di lokasi benar-benar tertangani dengan baik. Selain itu, Monang juga memastikan, upaya penanganan akan terus dilakukan secara maksimal dengan target akhir seluruh sampah di Pasar Induk Kramat Jati dapat dibersihkan sepenuhnya.

  • sampah menggunung

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Menteri PPPA Dorong UMKM Perempuan Jadi Penggerak Ekonomi Nasional

Pemerintah Tegaskan akan Terus Perkuat Pemberantasan Narkoba Transnasional

Netflix Umumkan Penayangan Dokumenter F1 Michael Schumacher Terbaru

Kementerian PU Tangani 1.229 Lokasi Kekeringan, Puluhan Ribu Hektare Sawah Diselamatkan

Polda Metro Jaya Berhasil Bongkar Percetakan Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel

Pemerintah Siapkan Sebanyak 3.784 Unit Hunian Vertikal di Kawasan Manggarai

Pengendara Diminta Waspada karena Jasamarga Sedang Lakukan Pemeliharaan Tol Jakarta-Cikampek

Bogor Siapkan Embarkasi Haji 7 Lantai Rp142 Miliar, Konsepnya Mirip Zamzam Tower!

BPBD Kalsel Sebut Delapan Kabupaten/Kota Siaga Darurat Karhutla hingga Oktober

Harga Tiket AS Terbuka 2026 Tetap Tinggi, Sinner Absen Jadi Sorotan

Russell Menang Sprint GP Belanda, Antonelli Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen Formula 1

BPS Ungkap Warga Bisa Minta Pembaruan Data jika Pengelompokan Desil Tidak Sesuai

Sinner Mundur dari AS Terbuka, Alcaraz Kehilangan Rival Utama

Wamenkes Pastikan CKG dan Tracing TBC Bisa Jangkau Seluruh Masyarakat

Tiafoe Tantang Nakashima di Semifinal, Bejlek Lanjutkan Kejutan di Cincinnati

Bogor Siapkan Flyover Bomang 2027, Akses Bojonggede-Parung ke Cibinong Bakal Makin Cepat

Mercedes-Benz Perbarui C-Class dengan Desain Lebih Sporty

Joao Pedro Perpanjang Kontrak di Chelsea hingga 2034

Ayah Tinggalkan Putra 7 Tahun Sendirian di Gunung Fuji, Polisi Turun Tangan

Liga Inggris: Arsenal Beri Pelajaran, Coventry Tak Perlu Panik Usai Kalah Telak

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.