HUT 'Ngalam' ke-112, Pemkot Malang Luncurkan Busana Khas Daerah Resmi Bernuansa Tradisional dan Kolonial

Kamis, 02 Apr 2026, 00:01 WIB

MALANG - Bertepatan pada peringatan HUT ke-112, Pemerintah Kota Malang pada Rabu (31/4) memperkenalkan busana khas daerah  sebagai simbol baru identitas kota yang memadukan sejarah kolonial dan budaya lokal. 

Dikutip dari akun instagram malangraya_info, Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengatakan, konsep busana daerah ini mengandung filosofi perpaduan nilai lokal, sejarah, dan nuansa kolonial. Desainnya mengangkat ikon seperti Tugu Malang, bunga teratai, serta motif batik kawung yang dimodifikasi dari biji kopi pecah. 

Ket. Foto: Konsep busana khas Malang ini mengandung filosofi perpaduan nilai lokal, sejarah, dan nuansa kolonial, mengangkat ikon seperti Tugu Malang, bunga teratai, serta motif batik kawung yang dimodifikasi dari biji kopi pecah. — Sumber: Istimewa

“Ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Kota Malang memiliki busana khas resmi,” ujar Wahyu. 

Busana tersebut akan digunakan dalam acara resmi pemerintahan oleh jajaran eksekutif dan legislatif sebagai identitas bersama. Hal ini sekaligus menegaskan karakter Kota Malang yang berbeda, dengan perpaduan kolonial dan tradisional. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, Suwarjana, menjelaskan desain busana merupakan hasil kajian budaya. Busana terdiri dari jas hitam, kemeja putih berkerah tinggi, dasi panjang, serta kain batik motif “Tugu Pucuk Kopi” yang dikenakan di atas lutut dan dipadukan celana panjang 

Aksesori seperti selempang, obby belt, topi Aalstenaar berbalut udeng, dan sepatu pantofel melengkapi tampilan formal tersebut. 

Motif batik terinspirasi dari pengembangan kawung pada ornamen era Kerajaan Singasari yang dipadukan dengan unsur kopi dan tugu kota. Selain estetika, desain ini juga mencerminkan kesiapsiagaan pemimpin, terinspirasi dari gaya berpakaian pejabat masa lalu yang fleksibel saat turun ke lapangan. 

Busana ini juga merujuk pada gaya Raden Adipati Aryo Suryo Adiningrat (Raden Saleh), Bupati Malang periode 1898-1934. 

Peluncuran ini menegaskan identitas Kota Malang sebagai kota dengan akar sejarah kuat dan semangat modern dalam satu simbol busana khas. 

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

12 Film Horor dengan Penggambaran Dunia Paling Mengerikan dan Memikat

Kapal Korea Selatan Tembus Jalur Arktik, Rute Baru Asia-Eropa Pangkas 7.000 Km

Pasar-pasar Sepi Pengunjung, DPRD Banjarmasin Dorong Perlunya Penataan Ulang

Pasar-Pasar di Banjarmasin Makin Sepi? DPRD Minta Segera Ditata Ulang

Prakiraan Cuaca Jakarta Cerah Berawan pada Minggu (23/8), Suhu Capai 26 hingga 31 Derajat Celcius

Cuaca Jakarta Hari Minggu Ini: Cerah Berawan Siang hingga Malam

Hasil Liga Italia: Napoli Awali Musim Serie A dengan Taklukkan Genoa 2-0, De Bruyne Sumbang Gol

Inter Milan Pesta Gol! Monza Dibungkam 4-1 di Laga Pembuka

‘It Ends’: Backrooms Perjalanan di Pedalaman

Hasil Mengejutkan! Tottenham Hotspur Dibantai Brentford 0-3

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.