Penyakit Pasca Lembaran Apa Saja yang Paling Dominan Menurut Allianz?
Rabu, 01 Apr 2026, 19:33 WIBJAKARTA â Momen Lebaran identik dengan kebersamaan dan hidangan khas yang menggugah selera, mulai dari opor ayam, rendang, hingga aneka kue dan minuman manis. Namun di balik euforia tersebut, perubahan pola makan yang drastis setelah satu bulan berpuasa dapat memicu berbagai risiko kesehatan, mulai dari diare dan asam urat hingga hipertensi.
Data Allianz Indonesia mencatat bahwa pada periode pasca-Lebaran, klaim kesehatan didominasi oleh sejumlah penyakit yang berkaitan erat dengan perubahan pola makan dan gaya hidup masyarakat. Berdasarkan data klaim yang dibayarkan selama periode pasca-Lebaran 2025 hingga tiga bulan setelahnya, hipertensi (tekanan darah tinggi) menempati urutan teratas dengan 718 kasus.
Posisi berikutnya diikuti oleh gangguan pencernaan, yakni sembelit sebanyak 284 kasus, serta gastritis (maag) sebanyak 141 kasus. Selain ketiga kondisi tersebut, klaim untuk diare, kolesterol tinggi, asam urat, hingga gula darah tinggi (hiperglikemia) juga terpantau tetap muncul dalam periode yang sama.
dr. Argie, Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Life Indonesia, mengungkapkan bahwa pola klaim ini merupakan cerminan respons tubuh terhadap transisi konsumsi yang mendadak.
âPola klaim tersebut mencerminkan bagaimana tubuh merespons perubahan pola konsumsi setelah Ramadan. Kondisi kesehatan yang tidak terjaga tidak hanya berdampak pada kualitas hidup, tetapi juga berpotensi menambah beban finansial keluarga jika tidak diantisipasi sejak dini,â ujar dr. Argie dalam keteranganya pada hari Rabu (1/4).
Transisi Metabolisme dan Risiko Kesehatan
Perubahan dari pola makan terkontrol selama puasa menjadi konsumsi tinggi lemak, gula, dan garam secara tiba-tiba dapat mengganggu keseimbangan metabolisme. Hipertensi, misalnya, kerap dipicu oleh akumulasi asupan natrium (garam) dan lemak jenuh dari hidangan khas hari raya.
Sementara itu, gastritis sering terjadi akibat jadwal makan yang kembali tidak teratur, dan gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit biasanya dipicu oleh konsumsi makanan rendah serat atau faktor higienitas.
Langkah Re-adaptasi Tubuh Pasca-Lebaran
Untuk membantu tubuh kembali beradaptasi dan menjaga stabilitas finansial dari risiko biaya pengobatan, Allianz Indonesia membagikan sejumlah langkah praktis:
- Atur Ulang Jadwal Makan: Kembali ke pola makan rutin dan teratur.
- Batasi "Sisa" Hidangan Lebaran: Kurangi konsumsi makanan tinggi santan, gula, dan garam yang biasanya dipanaskan berulang kali.
- Tingkatkan Serat & Cairan: Perbanyak sayur dan buah, serta pastikan minum air putih minimal 2 liter per hari.
- Aktivitas Fisik: Mulai rutin berolahraga ringan, seperti jalan kaki, untuk membakar kalori berlebih.
- Kurangi Kafein: Batasi kopi atau minuman manis yang dapat memicu iritasi lambung.
- Deteksi Dini: Lakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) jika muncul gejala atau memiliki riwayat penyakit kronis.
âMomentum setelah Lebaran seharusnya menjadi titik awal untuk kembali membangun kebiasaan hidup sehat. Dengan pola hidup seimbang dan kesadaran akan risiko, masyarakat dapat menjaga kondisi tubuh sekaligus meminimalkan beban finansial di masa mendatang,â terang dr. Argie.
- Hipertensi
- pencernakan
- klaim asuransi
- Asuransi Kesehatan
- Allianz Indonesia
- Gaya Hidup Sehat
- Kesehatan Pasca-Lebaran
- penyakit maag
- Tips Sehat Setelah Lebaran
- Manajemen Finansial
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Kementerian Kebudayaan Perkuat Pelestarian Tradisi Marapu di NTT
-
Pramono Anung: Jakarta International Marathon 2026 Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Ibu Kota
-
Filipina Dorong Deklarasi Asean tentang Kerja Sama Maritim
-
Layanan Kesehatan bagi Warga Kampung Ekonomi Lanny Jaya
-
PT KAI: Commuter Line Layani 178 Juta Perjalanan Selama Semester I 2026
-
Bingung Masak Daging Kurban? Ini 10 Inspirasi Menu Idul Adha yang Lezat dan Anti Bosan
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Sekolah Rakyat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.