Mainkan Kartu Diplomasi, Filipina Berupaya Tembus Blokade Selat Hormuz

Rabu, 01 Apr 2026, 19:43 WIB

MOSKOW - Pemerintah Filipina akan memulai pembicaraan diplomatik dengan Iran untuk memastikan kelancaran pengiriman minyak melalui Selat Hormuz, kata juru bicara presiden, Claire Castro, seperti dikutip kantor berita PNA.

Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri untuk memimpin upaya menjaga keamanan pasokan energi negara itu.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/TED ALJIBE

"Presiden telah menginstruksikan Menteri Luar Negeri Tess Lazaro. Ia akan berbicara dengan Duta Besar Iran, kemungkinan besar besok (Rabu), atau pekan depan,” kata Castro, Selasa (31/3).

Pada akhir Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran membalas dengan menyerang Israel dan sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Eskalasi di kawasan itu menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair ke pasar global, sehingga memengaruhi ekspor dan produksi energi serta mendorong kenaikan harga. Ant/Sputnik/RIA Novosti

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.