Dukacita Pemerintah China atas Gugurnya Prajurit TNI UNIFIL di Lebanon Selatan
📅 Selasa, 31 Mar 2026, 21:28 WIB | Oleh: AlfredMenteri Luar Negeri Sugiono juga sudah menghubungi Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres terkait gugurnya pasukan penjaga perdamaian UNIFIL asal Indonesia.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian Jean-Pierre Lacroix, dalam pernyataannya mengutuk keras insiden tersebut dan menyampaikan ungkapan belasungkawa terdalam kepada keluarga para penjaga perdamaian yang gugur serta kepada pemerintah Indonesia. Dia pun berharap agar mereka yang terluka segera pulih.
Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran karena melanggar Resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB Nomor 1701 yang diadopsi pada 11 Agustus 2006 sebagai kerangka kerja untuk gencatan senjata permanen dan solusi jangka panjang berdasarkan pembentukan zona penyangga di Lebanon selatan.
Selain itu, resolusi juga memberikan wewenang untuk meningkatkan kekuatan UNIFIL hingga maksimum 15.000 personel, dengan mandat yang diperluas untuk memantau gencatan senjata dan mendukung tentara Lebanon. Poin lainnya adalah perlunya pelucutan senjata semua kelompok bersenjata di Lebanon dan memastikan tidak ada senjata atau otoritas selain milik negara Lebanon.
Resolusi itu juga mewajibkan area antara Garis Biru (garis penarikan sepanjang 120 Km antara Lebanon dan Israel) dengan Sungai Litani bebas dari personel bersenjata, aset, dan senjata apa pun, selain milik pemerintah Lebanon dan UNIFIL. UNIFIL saat ini sedang melakukan penyelidikan untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis itu, katanya.
Menurut situs Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UN Peacekeeping), per Januari 2026 terdapat sebanyak 756 anggota yang berasal dari Indonesia yang berpartisipasi dalam UNIFIL Lebanon.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!