BRIN: Masyarakat Dapat Menyaksikan Fenomena 'Pink Moon' pada Rabu Malam
Selasa, 31 Mar 2026, 10:38 WIBJAKARTA â Profesor astronomi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin, menyebutkan fenomena purnama pink atau pink moon dapat disaksikan oleh masyarakat pada Rabu (1/4) malam.
"Purnama pink tahun ini pada Rabu malam Kamis, 1â2 April 2026," kata Thomas kepada ANTARA di Jakarta, Selasa (31/3).
Thomas menjelaskan bulan purnama dapat diamati mulai maghrib sampai menjelang matahari terbit. Masyarakat, lanjut dia, dapat mengamati fenomena ini secara langsung atau dengan bantuan alat seperti kamera maupun teleskop.
"Dapat diamati tanpa alat atau dengan teleskop plus kamera," ujarnya.
Thomas menyebut fenomena ini aman untuk diamati, karena tidak ada dampak yang ditimbulkan jika masyarakat mengamati fenomena ini.
"Tidak ada dampak negatifnya. Dampak secara umum sama dengan purnama lainnya, yaitu peningkatan pasang air laut karena Bulan dan Matahari hampir segaris dengan Bumi," lanjut dia.
Thomas menjelaskan fenomena ini sejatinya adalah fenomena purnama biasa, namun istilah pink moon dibuat untuk fenomena purnama pada bulan April.
"Warnanya bukan pink, sama dengan purnama umumnya, putih kekuningan. Itu hanya penamaan orang Amerika Serikat yang kemudian digunakan di media," ucap Thomas Djamaluddin.
Diketahui, berdasarkan informasi dari situs astronomi Time and Date, fenomena bulan purnama yang dikenal sebagai pink moon akan dapat diamati pada 1â2 April 2026.
Momen paling ideal untuk menikmati fenomena ini adalah sesaat setelah bulan terbit, atau kira-kira bertepatan dengan waktu maghrib. Saat bulan masih berada di posisi rendah dekat cakrawala, akan muncul efek ilusi optik. Efek dari pantulan atmosfer ini membuat bulan tampak jauh lebih besar dan memancarkan cahaya keemasan yang menawan.
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)
- Pink Moon
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Air Balang Minuman Ramadan Favorit Warga Aceh Timur, Asalnya dari Negeri Jiran
-
Seluruh Kepala Daerah Diinstruksikan Siaga di Wilayah Selama Idul Fitri 2026
-
65,8 Persen Garis Pantura Jawa Alami Abrasi, Peneliti BRIN Ungkap Penyebabnya!
-
Tiongkok Perluas Lahan Pertanian Standar Tinggi Demi Bentengi Ketahanan Pangan
-
Pemkab Bekasi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Arus Mudik Lebaran
-
Fabio Lefundes Meledak, Pelatih Borneo FC Semprot Panpel Persija dan Keluhkan Kualitas Rumput JIS
-
PGN–BRIN Dongkrak Produktivitas Pesisir, Panen Biosalin Jepara Tembus 176 Ton
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.