Timnas Iran Beri Penghormatan untuk Korban Serangan Sekolah di Tengah Bayang-Bayang Perang

Minggu, 29 Mar 2026, 01:00 WIB

PARIS, PRANCIS — Tim nasional sepak bola putra Iran menunjukkan solidaritas dan duka mendalam bagi para korban serangan udara yang menghantam sebuah sekolah dasar di negaranya, dengan mengenakan ban lengan hitam dan membawa tas sekolah saat lagu kebangsaan dikumandangkan jelang laga uji coba melawan Nigeria.

Aksi simbolis itu dilakukan untuk mengenang tragedi yang terjadi pada hari pertama pecahnya konflik besar di Timur Tengah. Serangan udara yang menghantam sekolah di kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari lalu dilaporkan menewaskan sedikitnya 170 orang, termasuk siswa dan guru.

Ket. Foto: Timnas Iran melakukan penghormatan jelang kick-off pertandingan persahabatan yang berlangsung di Belek, Turki, Sabtu (28/3) dengan membawa tas sekolah berwarna merah muda dan ungu yang dihiasi pita, sebagai simbol duka dan penghormatan. — Sumber: AFP

Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan dimulainya operasi militer oleh Amerika Serikat dan Israel yang melancarkan serangkaian serangan di berbagai wilayah Iran.

Menjelang kick-off pertandingan persahabatan yang berlangsung di Belek, Turki, para pemain Iran, termasuk penyerang andalan yang pernah memperkuat FC Porto dan Inter Milan, Mehdi Taremi, tampak membawa tas sekolah berwarna merah muda dan ungu yang dihiasi pita, sebagai simbol duka dan penghormatan.

Dalam laga tersebut, Iran harus mengakui keunggulan Nigeria dengan skor 1-2. Di ranah diplomatik, Menteri Luar Negeri Iran pada Jumat menuduh Amerika Serikat melakukan “serangan terencana dan bertahap” terhadap sekolah tersebut.

Sementara itu, laporan The New York Times mengungkapkan bahwa temuan awal investigasi militer Amerika Serikat menunjukkan sebuah rudal jelajah Tomahawk milik AS menghantam sekolah tersebut akibat kesalahan penentuan target.

Surat kabar itu menyebutkan bahwa militer AS tengah membombardir sebuah pangkalan Iran di dekat lokasi kejadian, di mana bangunan sekolah tersebut dulunya merupakan bagian dari fasilitas militer tersebut. Koordinat target diduga ditetapkan berdasarkan data lama yang tidak diperbarui.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, sempat menyatakan bahwa Iran kemungkinan bertanggung jawab atas insiden tersebut, meskipun Iran diketahui tidak memiliki rudal Tomahawk.

Di tengah situasi yang memanas, Iran sendiri telah memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia musim panas ini. Namun, pemerintah Iran meminta agar pertandingan mereka dipindahkan dari Amerika Serikat ke Meksiko, setelah Trump memperingatkan bahwa “keselamatan dan nyawa” para pemain bisa terancam jika mereka tetap berlaga di wilayah AS.

  • Iran
  • Piala Dunia 2026
  • Imbas Konflik Timur Tengah

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.