Khofifah Tanda Tangani Kerja Sama Pengolahan Sampah Jadi Energi Listrik Bersama 7 Bupati/Wali Kota se-Jatim
Minggu, 29 Mar 2026, 10:40 WIBSURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) mengenai pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) bersama tujuh bupati/wali kota di Surabaya Raya dan Malang Raya.
"Kerja sama ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tetapi bagian dari solusi besar kita untuk menghadirkan energi baru terbarukan dari sektor limbah. Ini adalah transformasi dari problem menjadi potensi. Yang kemudian diharapkan menghadirkan lingkungan bersih, sehat dan berkelanjutan di Jatim," ujar Khofifah, dalam keterangannya di Surabaya, Jatim, Minggu.
Penandatanganan yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Sabtu (28/3/2026) malam itu disaksikan Menteri Lingkungan Hidup (LH)Â Hanif Faisol Nurofiq.
Khofifah menjelaskan kolaborasi lintas daerah menjadi kunci implementasi PSEL sesuai Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 yang mensyaratkan minimal 1.000 ton sampah per hari sebagai bahan baku operasional.
Untuk kawasan Surabaya Raya, total pasokan sampah mencapai sekitar 1.100 ton per hari, terdiri atas Kota Surabaya 600 ton, Kabupaten Gresik 250 ton, Kabupaten Sidoarjo 150 ton, dan Kabupaten Lamongan 100 ton per hari.
Lokasi pembangunan direncanakan di Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya.
Sementara di Malang Raya, total pasokan mencapai 1.138,9 ton per hari, berasal dari Kabupaten Malang 600 ton, Kota Malang 500 ton, dan Kota Batu 38,09 ton per hari, dengan lokasi pembangunan di Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Khofifah menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akan memastikan pelaksanaan kerja sama berjalan optimal melalui koordinasi, monitoring, evaluasi, serta fasilitasi penyelesaian kendala lintas daerah secara akuntabel dan transparan.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi dan keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin dalam mendukung keberhasilan pembangunan lingkungan berkelanjutan di Jawa Timur.
Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq menyebut capaian pengelolaan sampah Jawa Timur tertinggi secara nasional, yakni 52,7 persen, melampaui rata-rata nasional sebesar 24,95 persen.
"Jawa Timur mencatatkan capaian pengelolaan sampah sebesar 52,7 persen. Ini tertinggi di Indonesia dibandingkan seluruh provinsi, bahkan nasional yang baru 24,95 persen. Artinya, apa yang dilakukan Jawa Timur ini melampaui capaian nasional. Ini prestasi yang sangat luar biasa," katanya.
Ia juga menyoroti penanganan praktik pembuangan terbuka (open dumping) di Jawa Timur yang lebih baik dibandingkan nasional, serta mendorong daerah lain menjadikan provinsi tersebut sebagai rujukan pengelolaan sampah di Indonesia.
- Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL)
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pemasangan balok jembatan tol Padang - Sicincin
-
Tim SAR Temukan Jasad Pemuda Tenggelam di Danau Cisadah Serang
-
Pemkot Bogor Berkomitmen Akhiri Era Buang Sampah di Lahan Terbuka Tanpa Diolah
-
Pemkab Banyuwangi Pastikan Stok Pangan Aman Hingga Lebaran 2026
-
KPK akan Periksa Eks Pejabat Kemnaker terkait Dugaan Pemerasan Sertifikasi K3
-
Mudik Gratis Kejagung 2026: 15 Bus Meluncur ke Jalur Favorit Jawa dan Lampung
-
Empire State Building Bersinar dengan Warna Tuan Rumah Piala Dunia 2026, 100 Hari Menuju Kickoff
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.