24 Penumpang KM Mekar Alam B Diselamatkan Setelah Kapal Terbakar di Laut Arafura

Sabtu, 28 Mar 2026, 21:00 WIB

MERAUKE - Tim SAR gabungan mengevakuasi 24 dari 26 anak buah kapal KM Mekar Alam B setelah kapal tersebut terbakar di Laut Arafura, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Kepala SAR Merauke Rudi di Merauke, Sabtu, mengatakan saat ini ke 24 ABK sudah dievakuasi ke Merauke, sedang dua rekannya yakni nakhoda dan kepala kamar mesin (KKM) tetap berada di kapal menunggu kapal milik perusahaan yang akan menarik ke pelabuhan.

Ket. Foto: cuaca buruk di laut — Sumber: ist

Dari laporan yang diterima, terbakarnya KM Mekar Alam B dilaporkan Jumat (27/3) sekitar pukul 14.29 WIT oleh Ragil, yang sebelumnya mendapatkan informasi dari kapal nelayan mengenai terjadinya kebakaran di kapal tersebut.

Kebakaran KM Mekar Alam B diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.40 WIT di koordinat 09°13.600’ S dan 140°22.800’ E, dengan jumlah orang di atas kapal (POB) sebanyak 26 orang.

Setelah mendapat laporan tim gabungan yang berjumlah 17 orang kemudian menuju TKP menggunakan Rescue Boat 223, RIB dan peralatan pendukung lainnya.

"Kondisi cuaca di lokasi kejadian dilaporkan hujan ringan dengan kelembaban berkisar antara 65–98 persen, arah angin dari barat hingga utara, serta kecepatan angin antara 10–40 km/jam," kata Rudi.

Ditambahkan, sebelum tim SAR tiba di TKP, ABK kapal naas itu telah dievakuasi oleh KM Sahabat pada pukul 15.55 WIT yang saat itu berada di dekat TKP yang kemudian Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIT, seluruh korban dipindahkan ke kapal KM Bintang Mekar Mulia.

Kemudian Tim SAR Gabungan yang tiba di lokasi pada pukul 19.30 WIT kembali melakukan proses evakuasi terhadap 24 orang korban ke RB 223, dan tiba pada Sabtu dini hari (28/03) pukul 00.02 WIT.

"Seluruh korban yang dievakuasi kemudian diserahkan kepada pihak pengurus kapal dalam kondisi selamat di Merauke," kata Rudi.

Cari Nelayan Karimun

Sementara itu, Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian terhadap seorang nelayan bernama Syamsir (52) yang dinyatakan hilang kontak di perairan Takong Hiu, Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

"Korban merupakan warga Sungai Lakam Barat, yang dilaporkan mengalami kendala teknis pada kapalnya pada koordinat 01° 11.965 N 103° 20.992 E," kata Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli dalam keterangannya, Jumat malam.

Fazzli menjelaskan peristiwa ini bermula pada Kamis, 26 Maret 2026, saat korban berangkat melaut untuk menjaring ikan tenggiri sekitar pukul 16.00 WIB.

Pada malam harinya atau sekitar pukul 22.00 WIB, korban sempat menghubungi istrinya yang bernama Leni melalui sambungan telepon dan mengabarkan bahwa mesin pompong yang digunakannya mengalami kerusakan akibat kehabisan oli.

Namun, hingga Jumat siang korban belum juga kembali ke rumah dan keberadaannya tidak dapat diketahui, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Tanjung Balai Karimun pada pukul 13.50 WIB.

Merespons laporan itu, kata Fazzli, tim rescue dari Pos SAR Tanjung Balai Karimun segera melakukan langkah koordinasi dan komunikasi.

Pada pukul 14.00 WIB, sebanyak enam orang personel tim rescue diberangkatkan menuju Lokasi Kejadian Kecelakaan (LKK) dengan mengerahkan Rescue Car Type II dan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.