Warga Baubau Diguyur Beras 298 Ton
Jumat, 27 Mar 2026, 04:44 WIBBAUBAU Â - Masyarakat Baubau, Sulawesi Tenggara, tak perlu khawatir kekurangan beras. Sebab Perum Bulog Kantor Cabang Baubau menyalurkan bantuan pangan alokasi Februari-Maret sebanyak 298,5 ton beras. Bantuan ini untuk 14.936 warga Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Pimpinan Bulog Cabang Baubau Ritno di Baubau, Kamis, mengatakan bahwa penyaluran tahap awal ini dimulai untuk 95 penerima manfaat di Kelurahan Wale Kecamatan Wolio Kota Baubau, Kamis. "Setiap warga menerima jatah sekaligus untuk dua bulan sebanyak 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng," kata Ritno.
Dia menyebutkan bahwa pendistribusian ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok pasca Idul Fitri 1447 Hijriah/Lebaran 2026. "Hari ini kami luncurkan bantuan pangan kepada penerima di Kelurahan Wale. Penyaluran ini untuk alokasi Februari dan Maret 2026, sehingga diserahkan sekaligus," ujar Ritno.
Ia menjelaskan bahwa setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) berhak mendapatkan 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng. Secara keseluruhan, total pagu di Kota Baubau mencapai 14.926 penerima bantuan pangan (PBP) yang penyalurannya dilakukan secara bertahap di seluruh kelurahan.
Ritno mengungkapkan bahwa proses penyaluran di titik awal ini berjalan tertib dengan dukungan penuh dari aparat setempat. "Warga penerima manfaat terpantau hadir sesuai jadwal guna menghindari antrean panjang," jelas Ritno.
DIa menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk merampungkan penyaluran ke wilayah lainnya guna memastikan intervensi pangan pemerintah segera dirasakan oleh warga yang membutuhkan di Kota Baubau.
Stok Nasional Aman
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menjamin stok pangan berupa beras di tengah ancaman kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi terjadi pada tahun ini.
Mentan Amran mengatakan stok beras nasional saat ini berada dalam kondisi paling aman sepanjang sejarah Republik Indonesia dengan cadangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 10 bulan ke depan.
âStok kita, cadangan di gudang Bulog, di lapangan, itu cukup untuk 10 bulan ke depan. Jika dari Maret ini, maka hingga Desember cukup. Saya ulangi, stok kita hari ini cukup untuk 10 bulan ke depan,â ujarnya usai membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI Tahun 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Ia menjelaskan stok yang tersedia saat ini tidak termasuk yang baru akan dipanen beberapa bulan ke depan. Ia memproyeksikan minimal terdapat produksi dua juta ton per bulan selama tujuh bulan ke depan. Artinya, kata dia, hal itu mampu menghasilkan total cadangan hingga 14 juta ton yang diprediksi mampu menutupi kebutuhan hingga Mei 2027.
Ancaman El Nino biasanya hanya berlangsung selama enam bulan sehingga tidak sampai berpengaruh besar terhadap stok pangan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI ini, mengungkapkan keyakinannya bahwa ketahanan pangan nasional tidak akan terganggu oleh musim kemarau panjang yang dipicu El Nino.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Banjir! Sungai Ciliwung Meluap, Rendam 20 RT di Jakarta pada Selasa Pagi
-
Polisi di Bekasi Diduga Menerima Imbalan Sampai Rp16 Miliar
-
SAR: Delapan Korban Tanah Longsor di Cilacap Ditemukan Meninggal
-
Kabar Buruk untuk Madrid: Mbappe Bisa Absen Beberapa Pekan
-
Distamhut DKI Jakarta Kerahkan 1.075 Pasukan Hijau Saat Malam Tahun Baru
-
Prioritaskan Kesehatan Finansial Nasabah, Indodana Fintech Raih Penghargaan Bergengsi
-
Agar Tepat Sasaran, Kementan Ajak Publik Kawal Bantuan Beras 1.200 Ton untuk Sumatera
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.