IOC Umumkan Kebijakan Baru Atlet Perempuan, Skrining Gen SRY Jadi Penentu Kelayakan

Jumat, 27 Mar 2026, 11:20 WIB

Jakarta - Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan kebijakan baru terkait perlindungan kategori perempuan dalam olahraga Olimpiade berupa pembatasan kelayakan perempuan yang berkompetisi di kategori putri.

"Kebijakan yang telah kami umumkan didasarkan pada sains dan telah dipimpin oleh para ahli medis," kata Presiden IOC Kirsty Coventry dalam laman resmi IOC yang dikutip di Jakarta, Jumat (27/3).

Ket. Foto: Atlet Amerika Serikat Lindsey Vonn mengikuti sesi latihan resmi ketiga cabang olahraga ski alpin (alpine skiing) nomor downhill putri di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 di Cortina, Italia, pada 7 Februari 2026. — Sumber: Antara

Kelayakan untuk kategori perempuan akan ditentukan pertama-tama melalui skrining gen Sex-determining Region Y (SRY) untuk mendeteksi ada atau tidaknya gen SRY.

Berdasarkan bukti ilmiah, IOC menganggap bahwa keberadaan gen SRY bersifat tetap sepanjang hidup dan merupakan bukti yang sangat akurat bahwa seorang atlet telah mengalami perkembangan jenis kelamin laki-laki.

IOC menganggap bahwa pemeriksaan gen SRY melalui air liur, usap pipi, atau sampel darah bersifat tidak invasif dibandingkan dengan metode lain yang mungkin dilakukan.

Atlet yang hasil skrining gen SRY-nya negatif secara permanen memenuhi kriteria kelayakan kebijakan ini untuk berkompetisi di kategori putri. Terkecuali jika ada alasan untuk meyakini bahwa hasil negatif tersebut adalah kesalahan.

Dengan pengecualian langka bagi atlet yang didiagnosis dengan Sindrom Insensitivitas Androgen Lengkap atau CAIS atau perbedaan/gangguan langka lainnya dalam perkembangan seks (DSD) yang tidak mendapat manfaat dari efek anabolik atau peningkatan performa testosteron, tidak ada atlet dengan hasil skrining SRY positif yang memenuhi syarat untuk berkompetisi dalam kategori wanita di ajang IOC.

Atlet dengan hasil skrining SRY positif, termasuk atlet transgender XY dan atlet XY-DSD yang sensitif terhadap androgen, tetap diikutsertakan dalam semua klasifikasi lain yang memenuhi syarat.

Misalnya, mereka memenuhi syarat untuk kategori pria apa pun, termasuk dalam slot pria yang ditentukan dalam kategori campuran apa pun, dan kategori terbuka apa pun, atau dalam olahraga dan acara yang tidak mengklasifikasikan atlet berdasarkan jenis kelamin.

Kirsty mengatakan bahwa dirinya sebagai mantan atlet sangat percaya pada hak semua atlet Olimpiade untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang adil.

"Di Olimpiade, bahkan selisih terkecil pun dapat menjadi perbedaan antara kemenangan dan kekalahan," katanya.

Oleh sebab itu, dia melanjutkan, tidak adil bagi laki-laki biologis untuk berkompetisi di kategori perempuan. Selain itu, dalam beberapa cabang olahraga, kata dia, hal itu sama sekali tidak aman.

Kirsty mengatakan bahwa setiap atlet harus diperlakukan dengan bermartabat dan hormat, dan atlet hanya perlu menjalani pemeriksaan sekali seumur hidup. Ia menambahkan bahwa harus ada edukasi yang jelas mengenai proses tersebut dan konseling yang tersedia, di samping saran medis dari para ahli.

  • Komite Olimpiade Internasional (IOC)

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Paus Leo XIV Desak Dunia Lawan Kemiskinan dan Ketimpangan

PDIP Jatim Bidik Kursi Gubernur pada Pemilu 2029

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.