Hamilton Tebar Ancaman: Masih Lapar Gelar di Usia 41 Tahun
Jumat, 27 Mar 2026, 05:30 WIBSUZUKA, JEPANG â Usia tak menjadi batas bagi Lewis Hamilton. Di tengah ketatnya persaingan Formula 1, juara dunia tujuh kali itu menegaskan bahwa komitmennya justru semakin menguat. Bahkan, ia merasa berada dalam kondisi fisik dan mental terbaik untuk kembali bersaing di papan atas.
Bersama Scuderia Ferrari, Hamilton mulai menemukan kembali ritme kompetitifnya. Dua seri awal musim 2026 menghadirkan sinyal positif, ia kini duduk di posisi keempat klasemen sementara, terpaut 18 poin dari pemuncak, George Russell dari Mercedes-AMG Petronas Formula 1 Team.
Momentum kebangkitan itu semakin terasa usai finis podium di Grand Prix China, hasil yang menjadi pencapaian penting sejak kepindahannya ke Ferrari. Di balik performa tersebut, Hamilton menyingkap rahasia: kerja keras tanpa kompromi.
âSaya berada di Tokyo di antara dua balapan dan berlari hampir 100 kilometer,â ujarnya. âSaya yakin tidak ada pebalap lain yang berlatih sekeras saya, terutama di usia seperti ini.â
Pernyataan itu bukan sekadar klaim, melainkan cerminan dedikasi yang masih menyala. Hamilton bahkan menggambarkan rutinitas hariannya yang dimulai sejak pagi buta, saat sebagian rivalnya belum memulai aktivitas.
âSaya sudah kembali ke hotel setelah lari pagi ketika pebalap lain baru bangun. Komitmen itu ada,bahkan lebih besar dari sebelumnya. Saya memberikan segalanya untuk tantangan ini,â tegasnya.
Musim lalu memang menjadi fase sulit bagi Hamilton. Ia hanya finis keenam di klasemen akhir dan sempat mengalami periode kelam, termasuk tersingkir di Q1 dalam tiga balapan beruntunâsebuah anomali dalam karier panjangnya.
Namun, perubahan regulasi dan desain mobil musim ini membuka peluang baru. Balapan menjadi lebih dinamis, dengan intensitas duel di lintasan meningkat. Bagi Hamilton, situasi ini justru menghadirkan kembali esensi balap yang ia rindukan.
Di Shanghai, ia terlibat pertarungan sengit dengan rekan setimnya, Charles Leclerc, dan keluar sebagai pemenang duel. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa balapan sejati adalah soal adu strategi dan keberanian.
âBalapan seharusnya seperti itu, saling menyerang dan membalas. Bukan satu manuver lalu selesai,â katanya.
Dengan semangat yang belum pudar dan performa yang kembali menanjak, Hamilton mengirim pesan jelas: ia belum selesai. Di usia 41 tahun, ambisi itu justru terasa semakin tajam, dan lintasan masih menjadi panggungnya untuk membuktikan segalanya.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Polda Bali Kerahkan 1.200 Personel Amankan Malam Pengerupukan di Denpasar
-
Antonelli Tak Terbendung, Juara di GP Jepang dan Pimpin Klasemen F1
-
Real Sociedad Hancur Lebur, Villarreal Menggila di Estadio de la Ceramica
-
Hentikan Segala Bentuk Perpecahan di Media Sosial
-
Kepala Bulog Gorontalo: Stok Beras Aman Hingga Tujuh Bulan
-
Lestari Moerdijat: Peningkatkan Literasi Anak Bangsa Harus Konsisten
-
iPhone 19e Miliki Layar ProMotion?Tunggu Kabarnya dari Apple
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.