Persaingan Terakhir Menuju Piala Dunia: Enam Negara Berebut Dua Tiket di Meksiko
Kamis, 26 Mar 2026, 07:00 WIBMEXICO CITY â Jalan terakhir menuju Piala Dunia 2026 resmi dibuka. Dua tiket tersisa diperebutkan dalam turnamen playoff berformat gugur yang mulai digelar di Meksiko, menghadirkan enam tim dari lintas benua dengan satu tujuan: menembus panggung sepak bola terbesar dunia.
Enam kontestan, Kaledonia Baru, Suriname, Jamaika, Bolivia, Irak, dan Republik Demokratik Kongo, akan bertarung di Guadalajara dan Monterrey. Selain menentukan nasib mereka, ajang ini juga menjadi simulasi kesiapan dua kota tersebut sebagai tuan rumah Piala Dunia pada bulan Juni mendatang.
Format turnamen yang tanpa kompromi membuat setiap laga menjadi penentuan. Di Guadalajara, Kaledonia Baru menghadapi Jamaika yang dikenal dengan julukan âReggae Boyzâ. Pemenangnya akan menantang Republik Demokratik Kongo pada tanggal 31 Maret, dengan satu tiket menuju putaran final sebagai taruhannya. Tim yang lolos nantinya akan masuk Grup K bersama Kolombia, Portugal, dan Uzbekistan.
Di jalur lain, Monterrey menjadi panggung duel Bolivia kontra Suriname. Bolivia, yang terakhir tampil di Piala Dunia pada 1994, berambisi mengakhiri penantian panjang mereka. Pemenang laga ini akan menghadapi Irak dalam laga hidup-mati pekan depan untuk memperebutkan tiket terakhir. Tim yang bertahan dari jalur ini akan masuk ke Grup I yang dihuni kekuatan besar seperti Prancis, Norwegia, dan Senegal.
Secara hitungan di atas kertas, Irak dan Republik Demokratik Kongo menjadi favorit untuk lolos. Namun, perjalanan Irak menuju turnamen ini jauh dari kata ideal. Konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan terhadap Iran pada akhir Februari sempat mengganggu persiapan mereka.
Pelatih Irak, Graham Arnold, bahkan sempat meminta penundaan pertandingan karena sejumlah pemain dan staf terjebak di tengah situasi konflik. Pada akhirnya, skuad Irak berhasil keluar dari Baghdad melalui jalur darat menuju Yordania sebelum melanjutkan perjalanan udara ke Meksiko.
Irak memburu penampilan kedua mereka di Piala Dunia setelah debut pada 1986. Sementara itu, Republik Demokratik Kongo membawa misi mengakhiri penantian sejak 1974, ketika mereka masih bernama Zaire. Performa solid di kualifikasi Afrika, termasuk menyingkirkan Kamerun dan Nigeria, menjadi modal kuat untuk menatap playoff ini dengan optimisme.
Turnamen ini juga menjadi sorotan karena digelar tak lama setelah gelombang kekerasan di Guadalajara dan wilayah lain di Meksiko yang menewaskan lebih dari 70 orang. Meski demikian, Presiden Claudia Sheinbaum bersama FIFA menegaskan bahwa kondisi keamanan tetap terkendali dan tidak akan mengganggu jalannya Piala Dunia.
Sebagai bentuk kesiapan, pemerintah Meksiko memastikan lebih dari 100.000 personel keamanan akan diterjunkan selama turnamen berlangsung. Meksiko sendiri dijadwalkan menjadi tuan rumah 13 pertandingan di tiga kota, Guadalajara, Monterrey, dan Mexico City.
Di tengah bayang-bayang tekanan dan ketidakpastian, playoff ini bukan sekadar ajang perebutan tiket. Ia menjadi panggung terakhir bagi para underdog untuk menulis sejarah, atau kembali pulang dengan penantian yang kian panjang.
- Kualifikasi Piala Dunia 2026
- Meksiko
- Piala Dunia 2026
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
OJK Siap Rilis ETF Emas Akhir April 2026, Investasi Emas Makin Praktis
-
Harga BBM Naik akibat Blokade Selat Hormuz, Eddy Soeparno Minta Pemerintah Waspadai Persaingan Impor Migas
-
Sambut Piala Dunia 2026, TVRI Gelar Fun Walk Bola Gembira
-
FIFA Tingkatkan Hadiah Piala Dunia 2026 hingga 15 Persen
-
La Furia Roja Bermimpi Ulangi Era Emas 2008-2012 di Piala Dunia 2026
-
Tomiyasu Siap Balas Kepercayaan Jepang di Piala Dunia 2026
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.